HETANEWS

KPK Tak Merasa Disindir Sayembara Cari Harun Berhadiah iPhone

Wakil Ketua KPK terpilih 2019-2023 Nurul Ghufron.

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak merasa disindir dengan sayembara mencari Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman yang digelar Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI). MAKI menghadiahi iPhone 11 bagi siapapun yang tahu serta melaporkan keberadaan Harun dan Nurhadi.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi yang ditunjukkan masyarakat dalam proses penegakan hukum. Hal itu justru sangat membantu kerja-kerja pemberantasan korupsi mengingat kuantitas SDM yang dimiliki tak sebanyak lembaga penegak hukum lain.

"Enggak (tersindir) lah. KPK itu sangat terbatas sumber daya manusia dan jaringannya. Karena itu kami sangat terbuka atas segala keterbatasan tersebut kepada partisipasi masyarakat," kata Ghufron, Senin (17/2).

Ia menuturkan sayembara iPhone 11 dapat menjadi penggugah masyarakat dalam melakukan pencarian kedua tersangka. Secara bersamaan, ia meyakini bahwa lembaganya juga terus bekerja untuk 'menyeret' kedua tersangka itu ke kantor komisi antirasuah.

"Selama ini KPK telah berupaya dan akan terus berupaya membawa keduanya untuk diproses secara hukum," pungkasnya.

Ghufron mengingatkan terhadap pihak-pihak yang secara sengaja menyembunyikan tersangka dari kejaran KPK. Kata dia, terdapat konsekuensi hukum sebagaimana diatur Pasal 21 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Beleid tersebut mengatur tentang siapapun yang dengan sengaja dan sadar merintangi atau menggagalkan penyidikan terancam pidana minimal tiga tahun. Di masa lalu pun KPK beberapa kali menjeratkan pasal tersebut kepada beberapa pihak.

"Kalau masyarakat turut serta kami yakin keduanya akan ditemukan. Bahkan, kalau ada pihak yang menyembunyikan kepada mereka kami juga akan ambil langkah hukum," tandasnya.

Sebelumnya MAKI membuat sayembara mencari Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman yang terus mangkir dari agenda pemeriksaan sejak ditetapkan sebagai tersangka. MAKI menghadiahi ponsel terbaru keluaran Appel, yakni iPhone 11 kepada siapapun yang mengetahui keberadaan keduanya.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menyatakan pihaknya menyiapkan dua unit iPhone 11 kepada siapapun yang mengetahui dan melaporkan keberadaan Harun dan Nurhadi ke penegak hukum maupun wartawan.

"Informasi dapat diberikan langsung kepada KPK atau kepolisian setempat atau kepada MAKI di nomor 081218637589," kata dia, Minggu (16/2).

Harun Masiku merupakan buron tersangka kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR 2019-2024. Politikus PDIP itu buron setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 8 Januari 2020. Lebih dari sebulan, kolega Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu masih tidak diketahui keberadaannya.

Sementara Nurhadi, eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) dimasukkan ke dalam DPO karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK dan tidak bisa ditemui di kediamannya. Rumahnya di kawasan Hang Lekir, Jakarta Selatan pun kosong. 

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.