HETANEWS

Pimpinan DPRD Kritik Salah Ketik di Surat Anies: Anggarannya Miliara

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani

Jakarta, hetanews.com - Surat Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang memuat klaim rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menjadi polemik, karena TACB sendiri merasa tidak memberikan rekomendasi. Belakangan, Sekretaris Daerah menyatakan salah ketik di surat itu sebagai biang polemik tersebut. Kritik atas salah ketik itu datang dari DPRD DKI Jakarta.

"Anggaran surat-menyurat di DKI Jakarta itu miliaran rupiah tiap dinas, per tahun. Mestinya tidak boleh salah ketik," kata Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah institusi resmi. Menurutnya, kesalahan ketik tidak boleh terjadi di institusi resmi yang punya anggaran khusus untuk menjamin kualitas surat-menyuratnya. Surat pemerintah bukanlah surat pribadi, melainkan berkaitan dengan nasib orang banyak.

"Salah ketik itu maknanya besar bagi sebuah institusi resmi. Kita tidak ingin surat-surat kita dianggap tidak kredibel, sebab sewaktu-waktu bisa dibilang salah ketik," kata Zita yang merupakan putri dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Surat dari Anies Baswedan itu memuat klaim atas adanya rekomendasi TACB untuk penyelenggaraan balap Formula E di kawasan Monas. Ketua TACB Mundardjito sendiri membantah telah mengeluarkan rekomendasi. Belakangan, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menyatakan ada salah ketik di surat itu, yang seharusnya tertulis Tim Sidang Pemugaran (TSP) malah terketik menjadi TACB.

"Sebetulnya nggak ada mekanisme (perbaikan surat) apa. Ya nanti kita susulin perbaikannya aja. Ya surat satu kalimat, dua kalimat, ya mohon maaf, harusnya tertulis TSP (Tim Sidang Pemugaran), tetapi yang tertulis di situ ada TACB. Jadi yang benar adalah TSP," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (14/2).

Mundardjito selaku Ketua TACB heran dengan salah ketik ini. "Aneh, Gubernur saat tanda tangan kok nggak memeriksa? Kalau salah ketik, aneh. Saat ngetik TACB, huruf B ada di bawah. Jika ngetik TSP, yang tiga huruf, huruf P ada di atas," kata Mundardjito sambil menganalisa jarak huruf-huruf di keyboard komputer.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.