HETANEWS

Jim Root (Slipknot): “Saya Sudah Sering Bermimpi Paul Gray Belakangan Ini”

Jim Root (Foto: Mariano Regidor) dan Paul Gray (Foto: Gary Miller).

Hetanews.com - Gitaris Slipknot Jim Root telah mengungkapkan bahwa almarhum Paul Gray sudah sering muncul dalam mimpinya belakangan ini, hampir satu dekade setelah meninggalnya sang bassis pertama Slipknot tersebut.

Salah satu anggota pendiri Slipknot, Paul Gray, ditemukan tewas di Iowa, Amerika Serikat (AS) pada 24 Mei 2010, dengan album Slipknot tahun 2014, .5: The Grey Chapter, membahas kehilangan tragis ini baik dalam konten liriknya maupun dalam nama albumnya.

Namun, sekarang, dalam sebuah wawancara baru dengan i-D, Jim Root merenungkan bahwa ia mungkin “belum sepenuhnya merelakan kematian Paul”, mengakui bahwa teman sekaligus rekan band Slipknot nya baru-baru ini sering muncul dalam mimpinya.

“Saya telah mengalami banyak mimpi aneh tentang orang-orang yang telah meninggal akhir-akhir ini,” kata Jim Root. “Paul Gray sering muncul dalam mimpi saya”.

Ketika sang pewawancara merespon, “Itu pasti sulit,” Jim Root melanjutkan: “Ini memang agak aneh; mungkin saya belum sepenuhnya merelakan kepergian Paul, mungkin saya mendorongnya ke suatu tempat di dalam lubuk hati saya.

Tetapi dalam mimpi itu, dia hidup kembali. Dia telah meninggal tetapi dia masih hidup dan bersama istrinya, mereka ada di dalam sebuah mobil sport warna biru. Dia tampak seperti Paul yang tua, seperti biasanya, tetapi dia tampak seperti versi penghidupan kembali dirinya sendiri, seperti zombie.

Jadi itu membangkitkan banyak emosi yang aneh dan saya berpikir mungkin itu terkait dengan situasi saya sekarang. Karena saya tahu ada seseorang di dalam sana, tetapi saya pikir mereka memiliki kecenderungan yang narsis, mungkin sosiopat. Mungkin itulah yang dimaksud mimpi itu… karena itu adalah Paul tetapi sebenarnya bukan Paul, Anda ngerti kan?”.

Pada peringatan lima tahun meninggalnya Paul, vokalis Slipknot Corey Taylor menulis sebuah tribut emosional tentang bassis itu untuk Kerrang!, dengan menulis: “Saya tahu para anggota lain di Slipknot sangat merindukannya seperti saya.

Terkadang sulit bagi kita semua untuk membicarakannya, karena rasanya seperti itu baru saja terjadi kemarin. Mungkin begitulah cara Anda menilai dampak seseorang terhadap kehidupan Anda: oleh kuatnya rasa kehilangan Anda dibanding emosi Anda sendiri.

Paul adalah salah satu dari sedikit orang yang mencoba untuk menjaga perdamaian dalam band gila ini. Itu karena dia menyukainya, dan menyukai kita, dengan sepenuh hati”.

“Tanpa dia, kita semua melakukan yang terbaik untuk mengisi kekosongan, tetapi itu adalah kekosongan yang sangat besar,” lanjut Corey. “Bagaimana Anda menebus rasa kehilangan dari seseorang yang begitu banyak pengaruhnya kepada begitu banyak orang?

Itulah kasusnya dengan Paul – saya masih bertemu orang-orang yang dia telah bantu, atau yang telah dia buat kagum dengan cara tertentu dalam hidup mereka. Sepertinya saya tidak pernah benar-benar menghargai teman saya sampai dia pergi, dan sekarang saya tidak bisa mengatakannya kepadanya”.

Ngomong-ngomong, pekan lalu, Slipknot mengumumkan tur tahunan Knotfest Roadshow yang kedua di Amerika Utara dengan A Day To Remember, Underoath dan Code Orange.

“Kami menetapkan sebuah standar tahun lalu – Knotfest adalah sebuah acara di mana Anda tidak akan pernah tahu apa yang bisa diharapkan,” kata Corey. “Tahun ini juga akan sama. Band-band yang kami hadirkan mewakili semua segi dunia musik kami, seperti yang kami lakukan. Dan mereka sangat mengasyikkan. Saya tidak sabar untuk menonton dan menikmatinya bersama dengan para penggemar lainnya”.

Sumber: matamatamusik.com

Editor: tom.