HETANEWS

Guru Pukul Murid Dinonaktifkan Sekolah, Dibela Siswa

Gedung SMAN 12 Bekasi (Isal-detikcom)

Jakarta, hetanews.com - Aksi guru yang memukul siswanya karena terlambat mendapat sorotan publik dan berujung penonaktifan guru. Alih-alih mendapat kritik dari siswa SMA karena memukul sesama temannya, guru itu justru dibela oleh siswa SMAN 12 Bekasi, kenapa?

Guru yang berinisial I itu menajabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) bidang Kesiswaan di SMAN 12 Bekasi. Sebagai Wakepsek I dinilai siswa memiliki program bagus dan disiplin terhadap muridnya.

Oleh karena itu, siswa SMAN 12 Bekasi menggelar aksi bela Guru I ketika mengetahui I dinonaktifkan sebagai Wakepsek.Para siswa mengaku kehilangan sosok I di lingkungan sekolah itu, dan menggelar aksi bela dengan harapan guru I itu kembali ke sekolahan mereka.

"Jadi anak-anak itu setelah tahu seperti itu (dinonaktifkan), jadi mereka menyesal karena vonis atau hukuman yang beliau terima.Seolah-olah mereka nggak rela gitu (sehingga berdemo)," ujar Wakil Bidang Humas SMAN 12 Bekasi, Irnatiqoh, ketika ditemui detikcom di SMAN 12 Bekasi, Jumat (14/2/2020).

Aksi demo itu berlangsung di lapangan SMAN 12 Bekasi, kemarin (13/2) siang. Aksi digela setelah pejabat Kemendikbud datang dan mengintrogasi I, saat begitu tahu Kemendikbud menonaktifkan I, siswa SMAN 12 Bekasi sedih dan merasa kehilangan guru I.

"Beliau keluar dari ruangan anak-anak langsung mengelilingi beliau menangis meminta untuk beliau tidak dimutasi. Jadi saya sendiri juga nggak bisa ngomong apa-apa," kata Irnatiqoh.

Polemik pemukulan siswa SMA ini membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan dirinya telah memerintahkan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menindaklanjuti kasus ini.

"Sudah dipecat sebagai guru dan jabatan di situ akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut masuk ranah pidana atau tidak itu sedang diteliti. Tapi per hari ini sesuai perintah saya kepala disdik sudah melakukan pemberhentian," kata Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

Kang Emil meminta guru-guru di Jabar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting dalam mendidik, dia berharap guru dalam menjalankan tugasnya juga berperan sebagai orang tua kedua siswa. Menurutnya, setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda.

"Karena anak itu karakternya beda-beda ada yang kuat otak kiri ada yang otak kanan ada yang motoriknya lebih aktif ada yang pendiam. Jadi guru harus sabar mendidiknya, enggak boleh pakai kekerasan," tutur Kang Emil. Untuk diketahui, peristiwa ini tersebar ke media setelah video guru I yang sedang menghukum siswanya karena telat masuk beredar di media sosial.

Di video itu terlihat sejumlah pelajar laki-laki duduk jongkok, sementara di hadapannya tampak pelajar perempuan berdiri.Seorang pelajar tampak berdiri di depan barisan para pelajar yang sedang jongkok.

Kemudian, seorang pria berkemeja putih yang diduga oknum guru, mendekati pelajar laki-laki itu.Aksi pemukulan pun terjadi. Pukulan itu mengarah ke kepala dan lengan pelajar."Kenapa nggak jawab? Hah? Kenapa nggak jawab?" ujar pria yang diduga sang guru itu, seperti dilihat detikcom, Rabu (12/2/2020).

Sumber: detik.com

Editor: tom.