HETANEWS.COM

Mendapat Pengawalan Petugas, Dua Warga Sihaporas Akhirnya Divonis 9 Bulan Penjara

Terdakwa Thomson dan Jonny Ambarita, mendengarkan vonis di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Roziyanti, Aries Ginting,  dan Justiar Ronald, akhirnya menjatuhkan pidana penjara 9 bulan, kepada 2 terdakwa, Jonny Ambarita (44) dan Thomson Ambarita (41), masing – masing warga Sihaporas, Kamis (13/2/2020).       

Pembacaan putusan itu, tampak dikawal puluhan petugas dan dihadiri warga Sihaporas serta mahasiswa yang memadati ruang sidang Cakra PN setempat dan sebelumnya berunjukrasa di kantor itu.

Tapi tampaknya warga Sihaporas dan mahasiswa pembela tanah adat itu, menerima putusan tersebut.

Karena setelah putusan dibacakan, warga Sihaporas dengan tertib meninggalkan ruang sidang. Padahal sebelumnya, mereka berteriak – teriak, minta keadilan kepada dua rekannya agar dibebaskan.

Sebelumnya, kedua terdakwa dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa Firmansyah SH.

Baca juga: Pembacaan Putusan, Warga Sihaporas Penuhi Ruang Cakra PN Simalungun

Keduanya telah terbukti bersama beberapa warga dan Marudut Ambarita yang dinyatakan DPO, telah melakukan pemukulan dengan potongan kayu kepada saksi korban, Bahara Sibuea (Humas TPL) dan beberapa karyawan lainnya, yaitu Agus Duse Damanik, Fidrus A Simbolon dan Haposan Sitorus.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan warga Sihaporas tersebut, terjadi pada Senin, 16 September 2019, lalu.           

Masyarakat Sihaporas yang dilarang menanam bibit jagung, di lahan konsesi milik TPL, tidak terima. Karena menganggap lahan tersebut adalah tanah adat yang dikuasai secara turun temurun, berdasarkan sertifikat Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).

Akibatnya, sekitar 80 warga yang memasuki lahan konsesi tersebut marah. Dengan kayu dan cangkul, memukul humas, karyawan dan security PT. TPL. Akibatnya, korban luka sesuai VEr yang dibuat dokter, di RS Vita Insani.

Korban luka bagian kepala, pinggang, punggu dan luka robek pada lengan.

Para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, melanggar  pasal 170 (1)  Jo 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Atas putusan hakim, terdakwa didampingi pengacaranya dan juga jaksa, mempunyai hal sama untuk menerima, banding atau pikir pikir selama 7 hari.

Persidangan dibantu panitera pengganti, Dedi Tambunan SH dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!