HETANEWS

Pembacaan Putusan, Warga Sihaporas Penuhi Ruang Cakra PN Simalungun

Ruang sidang Cakra PN Simalungun, tampak dipadati warga Sihaporas dan petugas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jelang pembacaan putusan terhadap 2 warga Sihaporas, Thomson Ambarita dan Jimmy Ambarita oleh majelis hakim PN Simalungun, Kamis (13/2/2020), di ruang sidang utama Cakra, tampak dipenuhi warga Sihaporas.

Sebelumnya, warga Sihaporas bersama mahasiswa pembela tanah adat, melakukan aksi sejak pagi tadi, di depan kantor pengadilan.

Lalu memasuki ruang sidang saat akan pembacaan putusan. Persidangan mendapat pengawalan ketat dari puluhan personel dari Polsek Bangun.

Kasus ini menjadi perhatian publik, karena masyarakat Sihaporas tidak terima, jika 2 warganya diadili dan ditahan.

Keduanya, Thomson dan Jimmy, telah dituntut 1,6 tahun penjara oleh jaksa Firmansyah dari Kejari Simalungun.

Terdakwa Thomson disidangkan terpisah dengan rekannya. (foto/ay)

Menurut jaksa, kedua warga Sihaporas itu telah terbukti melakukan penganiayaan terhadap karyawan PT TPL, yaitu humas Bahara Sibuea dan beberapa karyawan lainnya. Keduanya dipersalahkan jaksa melanggar pasal 170 KUH Pidana.

Selama persidangan, perkara ini diwarnai aksi demo masyarakat Sihaporas, yang menurut mereka tidak ada keadilan. Keadilan hanya milik pengusaha dan penguasa. "Hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,”ujar mereka.

Menurut masyarakat Sihaporas, justru humas TPL yang melakukan penganiayaan kepada warga. Masyarakat TPL hanya menginginkan tanah leluhurnya, tidak dikuasai TPL. Selama melakukan aksinya, masyarakat Sihaporas bersama mahasiswa, tampak membawa spanduk, keranda dan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasinya.

Perkara ini juga menjadi sorotan Komisi Yudisial, yang selalu mengikuti dan memantau jalannya persidangan. Karena menurut KY perkara ini menjadi sorotan karena adanya pengaduan dan juga menjadi perhatian publik.

Pengaduan masyarakat Sihaporas melalui suratnya yang meminta KY melakukan pengawasan, kata Bambang ketika ditanya Hetanews.com, Kamis (13/2/2020).

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.