HETANEWS.COM

Sifilis Bisa Ditularkan Ibu Hamil ke Janin, Ini 5 Gejala yang Wajib Diwaspadai

Ilustrasi ibu hamil.

Jakarta, hetanews.com - Sifilis termasuk penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), tapi penyakit ini tidak hanya bisa ditularkan lewat hubungan seksual semata. Penyakit yang didalangi bakteri Treponema Pallidum ini dapat ditularkan dengan banyak cara.

Antara lain kontak seksual vaginal, anal, dan oral, berbagi jarum suntik dengan pengidap sifilis, melalui donor darah atau donor organ, dan melalui luka terbuka pada kulit.

Bahkan, sifilis juga bisa menular saat memberi makan anak dengan sebelumnya dikunyah dulu oleh orang dewasa. Selain itu, ibu hamil pengidap sifilis juga bisa menularkan penyakitnya kepada janin yang dikandung.

“Bila ibunya terdeteksi (sifilis), kita bisa memprediksi anaknya akan terkena sifilis karena dia bisa menular lewat plasenta, lewat peredaran darah. Nanti akan menimbulkan masalah psikososial juga. Sekarang Anda sudah hamil 3 bulan, baru ketahuan sifilis, bagaimana? Sedangkan Anda tahu bahayanya. Ada kemungkinan anaknya lahir cacat, atau lahir mati, atau prematur,” ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV, CEO Klinik Pramudia, saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (12/2).

Penyakit sifilis kerap dijuluki penyakit senyap mematikan.
dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV dalam pemaparannya tentang penyakit sifilis di Jakarta Pusat, Rabu (12/2).

Meski begitu, ibu hamil yang didiagnosis sifilis tetap bisa menjalani pengobatan dengan aman, yakni dengan suntikan penisilin. Dengan catatan, usai ibu melahirkan, bayi harus diperiksa dan dimonitor kondisi kesehatannya secara berkala.

Sejumlah hal yang wajib diperiksa pada bayi dengan ibu mengidap penyakit sifilis, antara lain pengecekan organ kulit, THT, tulang, mata, saraf, otak, dan organ dalam lain. Termasuk tanda-tanda stigmata sifilis, seperti Saddle Nose (terlahir tanpa batang hidung), Hutchinson’s Teeth (anomali gigi insivivus), Mulberry Molars (kelainan oklusal gigi), Abnormality Facies (kelainan wajah), dan Saber Shin (tulang kering bengkok).

Sebagai upaya pencegahan, semua ibu hamil diwajibkan untuk melakukan tes serologi atau pemeriksaan darah pada awal kehamilan. Tujuannya, jika sang ibu didiagnosis menderita sifilis lebih awal, pengobatan dapat diberikan secepat mungkin demi keselamatan ibu dan bayi.

Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil.

Perlu dicatat, gejala-gejala sifilis kerap menyerupai penyakit lain, sehingga terkadang pengobatan yang diberikan tidak tepat sasaran, atau pengidap menyepelekan tanda-tanda penyakit yang ada. Setidaknya ada lima gejala yang biasa muncul saat sifilis masih berada di tahap-tahap awal.

  • Luka pada area kelamin, mulut, atau dubur yang tidak terasa sakit. Gejala-gejala ini muncul saat bakteri sifilis baru mulai menginfeksi. Walau begitu, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

  • Muncul ruam atau bercak kemerahan khususnya di telapak tangan dan kaki. Gejala ini biasanya menyusul setelah luka pada area kelamin hilang. Munculnya bercak-bercak merah juga bisa disertai flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, dan demam.

  • Lesi mukokutan atau luka di sekitar mulut seperti sariawan.

  • Rambut rontok.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!