HETANEWS

Kabur dari Rumah, 2 Siswi MTs Ini Malah Diperkosa Anak Punk

Foto: Enggran Eko Budianto

Jombang, hetanews.com - Para orang tua harus lebih ketat mengawasi pergaulan anak gadisnya jika tidak ingin bernasib sama dengan 2 siswi MTs di Jombang. Gara-gara nekat kabur dari rumahnya, kedua gadis berusia 15 tahun ini diperkosa anak punk yang mereka kenal melalui Facebook.

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengatakan pihaknya telah meringkus dua tersangka yang memerkosa korban. Yaitu Wahyu Setiawan Cahyanto (21) dan Andre Bagus Susanto (18), keduanya warga Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Jombang.

"Tersangka kakak beradik kandung," kata Boby saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (12/2/2020).Boby menjelaskan awalnya Andre berkenalan dengan salah satu korban melalui Facebook.

Mereka lantas sepakat untuk bertemu di Alun-alun Jombang pada Kamis (6/2) siang. Siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Ngoro, Jombang itu mengajak teman sekelasnya yang juga masih berusia 15 tahun.

Oleh Andre, kedua gadis di bawah umur itu diajak ke sebuah tempat kos di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Tersangka lantas memanggil kakak kandungnya, Wahyu untuk datang ke tempat kos tersebut."Kemudian mereka bersama-sama memerkosa korban di tempat kos tersebut," terang Boby.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti menuturkan, kedua korban memang sengaja kabur dari rumah mereka. Siswi MTs itu tidak pulang ke rumah usai sekolah, Kamis (6/2). Keduanya memilih menemui kakak adik Wahyu dan Andre, yaitu anak punk yang mereka kenal melalui Facebook.

Dari Alun-alun Jombang, Andre mengajak kedua korban ke tempat kos yang disewakan untuk short time di Desa Tunggorono sekitar pukul 12.00 WIB. Tersangka berdalih ingin mengajak mereka beristirahat.

"Tersangka Andre berpacaran selama seminggu dengan salah satu korban. Kalau kakaknya (Wahyu) baru kenal dengan korban satunya hari itu. Kedua korban diperkosa di tempat kos yang sama, tapi beda kamar," jelasnya.

Meski menjadi pelampiasan nafsu anak punk, kedua korban tidak ingin pulang. Mereka sempat bermalam di sebuah warung kosong di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang bersama tersangka. Sementara orang tua para korban sibuk melakukan pencarian karena kedua siswi MTs itu tidak pulang usai sekolah.

"Besoknya (7/2) korban menjual ponsel ke temannya karena kehabisan uang. Temannya lalu melapor ke orang tua korban. Akhirnya korban dipancing untukketemuan di daerah Sambong (Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang)," ungkap Retno.

Saat itulah orang tua korban menemukan anak gadisnya bersama tersangka. Tak terima anaknya dibawa kabur dan diperkosa, orang tua korban menyeret tersangka Andre ke Polres Jombang.

Sedangkan tersangka Wahyu diringkus polisi saat berusaha kabur pada hari yang sama.Akibat perbuatannya, kata Retno, kakak adik itu dijerat dengan pasal 81 ayat (2) subsider pasal 80 ayat (3) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman humumannya maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Sumber: detik.com

Editor: tom.