HETANEWS

Kurir Ganja, Suwardi Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 5,6 Tahun Penjara

Terdakwa duduk menunggu persidangannya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Suwardi (41), warga Huta III Naga Bandar, Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, terbukti sebagai kurir ganja, dituntut jaksa, Devica Oktaviniwaty SH, 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 800 juta, subsider 6 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (12/2/2020).

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon hukuman saya diringankan,"kata terdakwa yang juga berjanji tidak akan mengulangi lagi.             

Menurut jaksa, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, saksi Marudut Nababan, Donal Tobing dan Leonardo Silalahi, pada Selasa, 3 September 2019, lalu, pukul 19.00 WIB, dari salah satu  kedai, di kampung terdakwa.

Dari saku celana terdakwa, polisi menemukan satu plastik assoy warna putih berisi daun ganja seberat 81,40 gram.

Ganja tersebut, menurut terdakwa, diperoleh dari Jaya (DPO) dan akan dijual kepada Pitel (DPO), seharga Rp 350 ribu. Dan barang bukti tersebut, dinyatakan untuk dimusnahkan, kata jaksa.              

Sesuai fakta, terdakwa juga mengakui, jika sebelumnya ia sudah menerima Rp 50 ribu dari Jaya, sebagai upah mengantarkan ganja kepada  Pitel.

Perbuatan terdakwa, menurut jaksa, melanggar pasal 111 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.           

Majelis hakim yang diketuai Novarina Manurung, dibantu panitera P. Saragih, dinyatakan ditunda, hingga satu Minggu untuk pembacaan putusan. "Untuk putusan sidang ditunda hingga Rabu depan,"ucapnya sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.