HETANEWS

Seminggu di Natuna: Dari Cukur Rambut Sampai Karaokean

Jasa pangkas rambut gratis dilakoni oleh para prajurit TNI atas permintaan para mahasiswa. (Supplied: Istimewa - ABC News)

Hetanews.com - Sempat mengalami lockdown di Wuhan, tempat virus corona yang mematikan itu berasal. Galau antara mau pulang tapi tak mau jadi beban.Inilah kondisi warga yang kini menjalani karantina di Pulau Natuna.

Mereka mengaku gelisah melihat kabar hoax yang simpang-siur membumbui berita tentang mereka. Dievakuasi, pulang, tapi tak sedikit yang menolak kehadiran mereka.Kini mereka sudah tinggal di karantina satu minggu lebih. Itu berarti lima hari lagi mereka bisa kembali ke keluarga masing-masing.

Tinggal di hanggar dan makan tiga kali sehari

Ada setidaknya dua puluh tenda di dalam hanggar yang menjadi tempat tinggal sementara mereka yang dievakuasi dari Wuhan.Makanan disediakan tiga kali sehari. Koneksi wifi juga tersedia untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga.

Tenda-tenda di dalam hanggar milik TNI di Ranai, Natuna ini menjadi rumah bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan selama 14 hari sejak Minggu (02/02).
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Ini adalah suasana makan bersama di lokasi karantina. Makanan disediakan tiga kali sehari, di luar kudapan yang tersedia dua kali sehari.
 (Supplied: Kementerian Kesehatan RI)
Fasilitas toilet portabel juga disediakan bagi mereka yang dikarantina, dan dalam jumlah yang cukup.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Toilet-toilet portabel yang disediakan di tempat karantina dibangun oleh anggota TNI.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)

Karaoke dan Konseling

Selain menunggu 14 hari untuk memastikan semua WNI dalam keadaan sehat secara fisik, kesehatan psikis pun tak kalah pentingnya.Keberadaan sesi konseling dan perangkat karaoke dianggap bisa membantu. Bukan saja untuk para WNI, tapi juga para prajurit TNI yang sejak awal karantina ikut serta.

Banyak hal yang dilakukan untuk mengusir kejenuhan dan rasa bosan di karantina. Salah satunya dengan berkaraoke.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Menyanyi bersama menjadi salah satu pilihan aktivitas di dalam lokasi karantina.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Sesi konseling juga digelar setiap hari. Ajang untuk berbagi perasaan dan pikiran yang bergelayut, saling menguatkan dan menenangkan.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)

Barber shop dan kursus Bahasa Mandarin

Atas permintaan para mahasiswa yang rambutnya mulai panjang, prajurit TNI membuka layanan cukur rambut di lokasi karantina. Gratis!Selain itu, beberapa mahasiswa yang lain mengisi waktu dengan mengajar Bahasa Mandarin bagi mereka yang ingin mempelajarinya.

Mahasiswa lainnya berbagi ilmu dengan membuka kelas Belajar Bahasa Mandarin.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Kursus singkat Bahasa Mandarin ini diikuti oleh baik anggota TNI, para staf, atau mahasiswa yang juga belum bisa Bahasa Mandarin.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)

Beraktivitas di luar ruangan

Meski masih di dalam lingkungan karantina, para WNI juga melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan, mulai dari senam pagi sampai sejumlah permainan tradisional.

Meski tinggal di dalam hanggar, ada pula aktivitas yang dilakukan di luar hanggar.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Berbagai permainan tradisional dilakoni para WNI di lokasi karantina untuk mengisi waktu.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Senam pagi adalah salah satu aktivitas yang rutin dilakukan di lokasi karantina setiap hari.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)

Diperiksa dua kali sehari

Di luar berbagai aktivitas, mereka yang dikarantina diperiksa kesehatannya dua kali sehari.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah dengan mengukur suhu tubuh. Pemeriksaan dahak dan darah tidak dilakukan dengan alasan 'di luar protokol yang ditentukan'.
 (Supplied: Kementerian Kesehatan RI)

Tak Lupa Jumatan dan Kebaktian Minggu

Dalam segala keterbatasan, mereka yang dikarantina juga tak melupakan ibadah.Minggu lalu salat Jumat digelar di hanggar. Umat Kristen juga menyelenggarakan ibadah kebaktian pada hari Minggu (09/02) lalu.

Ibadah sholat Jumat dilakukan di dalam hanggar, Jumat (07/02).
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Baik mahasiswa atau WNI yang bekerja di Wuhan, tim medis, TNI, dan staf Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Kesehatan berbaur jadi satu, menjalankan ibadah sholat.
 (Supplied: Istimewa - ABC News.)
Mereka berharap tak lama lagi mereka sudah bisa menjalankan ibadah bersama sanak dan keluarga.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Umat Kristen di karantina juga melakukan ibadah di Hari Minggu.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)
Kebaktian Minggu digelar sederhana, juga diikuti oleh baik mahasiswa dan aparat serta staf kementerian.
 (Supplied: Istimewa - ABC News)

Lima hari lagi karantina akan selesai dan para WNI kemungkinan besar akan bisa bertemu dengan keluarganya.Tapi jangan lupa, masih ada WNI di Wuhan yang masih harus menjalani lockdown yang entah sampai kapan.

Sumber: abc.net.au

Editor: tom.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.