HETANEWS

PNS Pemkab Simalungun yang Satu Ini Mengaku Sudah Setahun Nyabu

Pengacara Harfin bersama terdakwa saat meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Medi Leonardo Panggabean, berstatus sebagai PNS di kantor Camat Tanah Jawa, dalam persidangan Selasa (11/2/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, mengaku sudah menggunakan sabu selama 1 tahun.

"Sudah setahun yang mulia dan selalu beli dari Anto yang masih sekampung dengan saya,"katanya saat menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Abdul Hadi.          

Sebelumnya, majelis hakim juga mendengarkan kesaksian Donald Tobing dan Parlindungan Saragih, anggota Satres Narkoba Polres Simalungun.

Menurut kedua saksi, benar telah melakukan penangkapan terhadap Leonardo, pada Senin, 26 Agustus 2019, lalu, di jalan Akasia Raya.

Sepaket sabu disita dari terdakwa yang diakuinya baru saja dibeli dari Anto (DPO) yang masih sekampung dengan terdakwa, seharga Rp100 ribu. Dan penangkapan yang dilakukan, berdasarkan informasi dari masyarakat.        

Selain sabu, polisi juga menyita uang Rp400 ribu dari saku celana bagian belakang. Tapi karena uang tersebut bukanlah hasil dari peredaran narkotika, maka uangnya dikembalikan, jelas saksi, siang itu.

Terdakwa yang bertempat tinggal di jalan Durian, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar itu, didampingi pengacara, Harfin Siagian SH dari Posbakum PN Simalungun, membenarkan keterangan para saksi.

Jaksa Dedi Chandra Sihombing, menjeratnya dengan pasal 114 atau subsider pasal 112 dan lebih subsider pasal 127 (1) huruf a UU RI No.35/2009 tentang narkotika.        

"Pemeriksaan perkara sudah cukup, dan untuk memberi kesempatan jaksa mengajukan tuntutannya, sidang ditunda satu Minggu,"kata hakim, sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 1
  • Johan Ananda
    Lelek saran cocok banget jadi pak kades di daerah pulau jawa biar senang jumpa para saudara... contoh di jombang yg banyak pesantrennya dan agamis lagi