Siantar, hetanews.com - Gaji Anggota DPRD Pematangsiantar terhitung sejak Januari 2020 berkurang. Gaji berkurang sekitar Rp 4,2 Juta dari total gaji anggota DPRD Rp 28 Juta per bulan.

PLT Sekretaris DPRD, Wanden Siboro membenarkan hal tersebut. Per Januari 2020 anggota DPRD sudah menerima gaji tidak seperti gaji tahun sebelumnya.

"Iya betul. Dari bulan Januari 2020," katanya, Selasa (11/2/2020).

Wanden menjelaskan, kalau gaji anggota DPRD berdasarkan kemampuan keuangan daerah [KKD] Pemko Pematangsiantar. Penurunan gaji anggota DPRD dikarenakan status KKD dari sedang menjadi rendah.

"Jadi, gaji Anggota DPRD itu kan sesuai dengan KKD. Menurut perhitungan BPK bahwa KKD Pemko Pematangsiantar itu rendah," jelasnya.

"Pada tahun yang lewat sedang. Sehingga menurut perhitungan itu, tunjangan komunikasi intensif [TKI] berkurang lah Rp 4,2 Juta. TKI itu selalu berubah ubah dalam KKD," katanya menambahkan.

Gaji berkurang dari Tunjangan Komunikasi Intensif [TKI] tiap anggota DPRD Pematangsiantar. Jumlah nominal tunjangan itu tergantung dari KKD.

" Kan gini, gak bisa kita bilang sebelumnya. Artinya dalam gaji ini, Rp 4,2 Juta lah berkurang dari Rp 10,5 Juta TKI sebelumnya. Jadi sekarang jadi Rp 6,3 Juta diterima," jelasnya.

"Anggota DPRD menerima perbulannya sekitar Rp 28 Juta, jadi sekarang sekitar Rp 24 Juta lah, sekitar gitu lah gaji yang sekarang,"katanya menjelaskan.

Tak cuma anggota, pimpinan DPRD Pematangsiantar juga terimbas atas penurunan kemampuan keuangan daerah Pemko Pematangsiantar. Meski demikian, Gaji pokok para dewan masih tetap.

"Gaji pokok tetap. Hanya dari TKI itu nya. Perhitungannya sudah diatur itu. Sudah sesuai dengan peraturan itu," jelasnya.

PLT Sekretaris Dewan ini juga memastikan bahwa penurunan gaji itu sudah sesuai dengan aturan yang ada.

"Tolak ukur berdasarkan KKD. Ada perhitungannya itu. Jadi kalau pastinya ke BPKAD lah, di sana perhitungan nya," tambahnya

Untuk diketahui, gaji pokok anggota DPRD tergolong sedikit. Gaji pokok Ketua DPRD setara dengan Walikota. Hanya saja, tunjangan gaji para wakil rakyat itu cukup fantastis.

"Gaji pokok ketua Rp 2,1 Juta wakil ketua Rp 1,6 Juta kalau anggota Rp 1,5. Tapi kalau tunjangan ada. Samanya gaji pokok Walikota dan Ketua DPRD," katanya.

Baca juga: Dua Kali Hadapi Hak Angket, Hefriansyah Tampak Terbiasa