HETANEWS

Hakim PN Siantar Ringankan Vonis Selin, Wanita Pengedar Sabu yang Sudah Residivis

Selin saat digiring petugas. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, pimpinan Danar Dono, meringankan vonis terdakwa Celina Rizky als Selin (21), warga jalan Medan Simpang Mesjid, Kecamatan Siantar Martoba, menjadi 6 tahun penjara, denda Rp1 Milyar, subsider 6 bulan penjara. Putusan itu, dibacakan dalam persidangan, Senin (10/2/2020).

Sebelumnya, Selin yang sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama, dituntut 8 tahun penjara dan denda yang sama dengan putusan hakim, oleh jaksa Firdaus Maha. 

Padahal, wanita ini pun ditangkap saat menjalani masa pembebasan bersyarat (PB) yang artinya belum bebas murni.

Menurut hakim, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. Wanita pengedar sabu ini, dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Sebelumnya, wanita ini divonis selama 2 tahun penjara, pada 19 September 2018, lalu, di Pengadilan Negeri Simalungun.

Seyogianya, wanita ini bebas pada  Januari 2020. Tapi Selin kembali ditangkap, pada 28 Agustus 2019, lalu, yang artinya saat ditangkap masih dalam pembebasan bersyarat (PB).

Belum selesai hukuman, ternyata wanita ini tidak jera dan doyan narkoba.

Selin ditangkap di rumahnya, di  Jl. Medan KM 4,5 Simpang Mesjid, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Tak tanggung-tanggung, wanita ini bukan hanya pengguna, tapi pengedar 2,12 gram sabu (netto). Dibuktikan dengan belanja sabu seharga Rp5 juta dan juga barang bukti timbangan digital.

Terdakwa ditangkap saksi Dimas Abimanyu, Syamuel Simorangkir dan Saksi Sindi S. Simanjuntak, berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari hasil penggeledahan di rumah terdakwa,  ditemukan 1 dompet berwarna cream yang didalamnya berisi 1 kotak ccotton bud yang berisi gulungan tisu berisi 3  paket narkotika jenis sabu dan 3  buah plastik klip bekas pembungkus sabu.

Dari dalam lemari dilipatan kain, juga ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu, 1 pipa kaca, 1  kompeng karet,  dan bong. Juga dompet berwarna biru yang berisi 6 mancis, 2  buah jarum suntik, 5 buah pipa kaca, 4 buah kompeng karet dan 12 pipet, 1  dompet warna belang-belang yang berisi 1 mancis, 1 jarum suntik, 1  timbangan digital dan 1 bungkus plastik klip sabu, yang akhirnya dinyatakan dimusnahkan.

Kepada petugas, Selin mengakui, jika 4 paket sabu adalah miliknya yang dibeli dari Nirwansyah Hutagalung (DPO), pada hari Jumat, 2 Agustus 2019, lalu, pukul 17.00 WIB, di terminal Kota Sibolga dengan harga Rp.5.000.000 dan akan dijual kembali.

Menurut Humas Lapas Klas IIA Siantar, hukuman terdakwa nantinya akan ditambah lagi karena masa pembebasan bersyaratnya belum selesai. "Ya nanti sisa hukuman yang sat PB itu ditambah lagi,"kata Hiras yang dihubungi melalui teleponnya, siang itu.

Penulis: ay. Editor: gun.