HETANEWS

Ngadimin Warga Perumahan Bersatu Maju Ditemukan Tewas di Kawasan Jalan Singa Siantar

Mayat korban Ngadimin saat masih di TKP.

Siantar, hetanews.com - Warga di sekitar jalan Singa, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, dihebohkan penemuan sesosok mayat pria tua, dalam posisi telungkup, pada Senin (10/2/2020) dini hari.

Tanpa pikir panjang, Warga langsung melaporkan penemuan mayat tersebut, ke Polsek Siantar Utara dan bekerja sama dengan Unit Inafis Polres Siantar,  melakukan olah TKP.

Identitas akhirnya diketahui, bernama Ngadimin (69), dan saat itu langsung dibawa petugas ke Forensik RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan visum. 

Dan pihak keluarga korban, tiba di RSUD tersebut, sekitar pada pukul 09:18 WIB, setelah mendengar kabar tewasnya Ngadimin.

"Tadi pagi, kami dikabarkan sama keluarga kami yang berada di Bangka Belitung, kalau bapak mertua ku meninggal. Keluarga kami tau, itu bapak karena lihat instagram,"ujar menantu korban, Joko (37).

Joko menambahkan bahwa, Ngadimin memang suka merantau ke kota - kota lain dan pekerjaan tetap korban di Aceh sebagai tukang jok sepeda motor dan setiap dua minggu sekali, dia pulang ke rumahnya, di Jalan Pdt J Wismar Saragih.

"Anaknya bapak ada lima bang, termasuk istriku itu anaknya. Kalau cucunya, ada tiga. Bapak ini aslinya tinggal di perumahan bersatu maju, Jalan Pdt J Wismar Saragih,"ujarnya.

Saat ditanya tentang riwayat penyakit Ngadimin, Joko mengatakan lagi, "kalau sakitnya ada, tapi ya cuma sakit asam urat aja, dan  kadang bapak mertuaku ini suka singgah - singgah ke rumah kawan-kawannya, kalau sudah pulang dari Aceh. Rencananya jenazah akan dikebumikan habis sholat ashar di TPU samping kantor Camat Siantar Martoba, “ungkapnya.

Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu saat dikonfirmasi mengakatakan, belum tau persis penyebab tewasnya Ngadimin  "Belum tau kami hasilnya, karena dokter nanti yang tau. Kalau keluarganya Ngadimin, masih di Polsek ini, memenuhi data-datanya. Bentar lagi kami ke kamar mayat,"ujar Lintas Pasaribu.

Pihak keluarga korban, juga meminta agar tidak dilakukan otopsi terhadap jasad Ngadimin, sehingga  pihak Kepolisian membuat surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban Ngadimin.

Penulis: tim. Editor: gun.