HETANEWS.COM

Pengantin ISIS Asal Inggris Gagal Dapatkan Kembali Kewarganegaraannya

London, hetanews.com - Seorang perempuan Inggris yang pergi ke Suriah untuk bergabung kelompok teroris ISIS, berupaya untuk mendapatkan kembali status kewarganegaraannya yang telah dicabut pemerintah. Namun perempuan bernama Shamima Begum itu kalah dalam gugatannya untuk mendapatkan kembali kewarganegaraan Inggris.

Komisi Banding Imigrasi Khusus, SIAC pada Jumat (7/2) waktu setempat memutuskan untuk menolak permohonan perempuan berumur 20 tahun itu.

"Pemohon banding (Begum) berada dalam situasi itu sebagai akibat dari pilihannya sendiri, dan tindakan orang lain, tetapi bukan karena apa yang telah dilakukan Menteri Dalam Negeri," kata hakim Doron Blum merujuk pada Menteri Dalam Negeri saat itu, Sajid Javid, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (8/2/2020).

SIAC juga menyatakan bahwa Begum merupakan warga negara Bangladesh berdasarkan keturunan dan karena itu dia tetap memiliki kewarganegaraan meski status kewarganegaraan Inggris-nya dicabut.

Atas putusan ini, pengacara Begum, Daniel Furner menyatakan akan segera mengajukan banding.

Shamima Begum masih berumur 15 tahun ketika dirinya meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada 17 Februari 2015 silam. Dia adalah satu dari tiga pelajar asal Bethnal Green di sebelah timur London yang berangkat ke Suriah untuk bergabung ISIS.

Begum yang sempat dijuluki sebagai 'Pengantin ISIS" itu mengklaim bahwa setelah tiba di wilayah Suriah yang dikuasai ISIS, dirinya menikah dengan seorang anggota ISIS asal Belanda. Keberadaannya diketahui pers setelah dia ditemukan di sebuah kamp pengungsi Suriah pada Februari 2019 lalu, saat itu dia sedang hamil 9 bulan. Bayinya meninggal setelah dilahirkan. Dua anaknya yang lain juga telah meninggal di Suriah.

Kepada awak media, Begum terang-terangan berharap untuk bisa kembali ke Inggris. Kasus Begum memicu perdebatan panas di kalangan netizen. Banyak yang menentang rencana kepulangan Begum ke Inggris. Bahkan publik makin berang ketika Begum menyatakan tidak menyesali keputusannya bergabung dengan ISIS. Bahkan dia tidak mengutuk serangan bom di Manchester Arena pada Mei 2017 serta menyebutnya "pantas" sebagai tindakan balas dendam atas serangan udara terhadap ISIS.

Sampai akhirnya Sajid Javid yang ketika itu menjabat Menteri Dalam Negeri Inggris, mencabut kewarganegaraannya. Begum pun mengambil langkah hukum terhadap Kantor Dalam Negeri pada tahun 2019. Pengacaranya berdalih bahwa kliennya tidak dianggap sebagai warga negara Bangladesh dan karena itu menjadi tidak memiliki kewarganegaraan (stateless) akibat tindakan Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Hukum internasional menyatakan larangan untuk membuat seseorang "stateless" dengan mencabut kewarganegaraannya. Tanpa kewarganegaraan, kehidupan seseorang di era modern hampir tak bisa dijalani dengan normal.

Sumber: detik.com 

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!