HETANEWS

Evakuasi Buaya Berkalung Ban, Petugas Gabungan Terlibat Kucing-kucingan

Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/2/2020).

Sulawesi, hetanews.com - Operasi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, yang dimulai sejak Kamis (6/2/2020) masih belum membuahkan hasil.

Evakuasi buaya Sungai Palu ini melibatkan petugas gabungan dari Balai Konservasi dan sumberdaya alam (BKSDA) Sulteng dan NTT, Polair Polda Sulteng, dan petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berbagai upaya telah dilakukan tim, dimulai dari menyisir muara Sungai Palu dengan menggunakan perahu karet, mengumpan dengan menggunakan ayam, hingga memasang jala yang dianggap sebagai titik yang kerap munculnya buaya tersebut.

"Tadi sempat masuk dalam pukat, tapi karena arus deras di bagian bawah sungai sehingga lolos lagi," ungkap Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulteng Haruna, dikutip dari Antara, Sabtu (8/2/2020).

Buaya liar yang terjerat ban sepeda motor bersembunyi disekitar reruntuhan beton saat berlangsungnya proses penyelamatan di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (7/2/2020). [Antara/Mohamad Hamzah] [Antara/Mohamad Hamzah]
Buaya liar yang terjerat ban sepeda motor bersembunyi disekitar reruntuhan beton saat berlangsungnya proses penyelamatan di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (7/2/2020)

Selama dua hari evakuasi, buaya berkalung ban tersebut hanya terlibat kucing-kucingan dengan sejumlah petugas yang menyasarnya karena buaya ini hanya muncul sekian detik ke permukaan, kemudian kembali memunculkan diri di tempat berbeda-beda.

Tidak hanya itu, kata Haruna, salah satu kendala yang dialami oleh tim adalah banyaknya warga Palu yang menyaksikan secara langsung evakuasi tersebut sehingga menjadi kendala untuk penyelamatan buaya.

"Kendalanya terlalu banyak masyarakat yang datang. Karena baru buaya muncul sedikit saja sudah luar biasa teriakan," paparnya.

Selama evakuasi, tim penyelamat masih mencoba menggunakan metode harpun atau menombak buaya berkalung ban tersebut.

Menurut Haruna, harpun yang dipakai untuk mengevakuasi sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga saat ditombakkan, harpun tersebut hanya melukai bagian kulit buaya.

Sementara itu untuk metode kerjanya, Haruna mengaku bahwa sama persis dengan memancing ikan.

"Metode kerjanya persis sama dengan mancing. Tapi tidak bisa langsung ditarik tetapi kalau satwanya kena, dibuat lemas kemudian kita bisa giring ke pinggir menggunakan tali yang terikat di harpun," jelasnya.

Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/2/2020). [Antara/Mohamad Hamzah]
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/2/2020).

Evakuasi buaya berkalung ban di hari kedua pada Jumat (7/2) berakhir pada pukul 22:30 WITA dan akan kembali dilanjutkan pada hari Sabtu ini.

BKSDA Sulteng sendiri masih akan terus melakukan evakuasi sampai buaya tersebut terselamatkan dari lilitan ban.

"Kami masih akan menggunakan metode harpun dan juga akan lakukan lagi metode-metode lain, tergantung hasil evaluasi," pungkas Haruna.

Sumber: suara.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.