HETANEWS

Tahun 2020 Muncul Wacana Parapat Jadi Kota

Salah satu view Danau Toba di Wilayah Parapat

Siantar, hetanews.com – Tidak asing kedengaran jika Kabupaten Simalungun yang wilayahnya luas pantas  dibagi menjadi  dua.  Wilayah Simalungun Atas-Simalungun Bawah. Wacana itu pun sempat menuai pro dan kontra.

Pada Tahun 2020 ini muncul wacana baru jika wilayah Parapat  Danau Toba, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun pantas menjadi sebuah Kota.

Menurut Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite, hal itu berangkat dari otonomi daerah saat ini, penting diperuntukkan kesejahteraan masyarakat daerah, dengan cara memberikan wewenang pengelolaan daerahnya masing-masing.

Warga seputaran pesisir pantai ikut dalam perlombaan Solu Bolon pada Poldasu Fiesta 2019

“Sama halnya dengan Kabupaten Simalungun yang terdiri dari 32 Kecamatan. Sebenarnya sudah sangat layak untuk dimekarkan menjadi 2 atau 3 Kabupaten/Kota,” jelasnya di temui di Pematangsiantar Kamis, (6/2/2020).

Dalam pengamatannya selama ini salah satunya adalah Parapat berikut wilayah sekitarnya layak untuk dimekarkan menjadi salah satu Kota.

Misalnya kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Dolok Pardamean, Dolok Panribuan, Jorlang Hataran, Sidamanik, Pematangsidamanik.

“Keenam kecamatan ini sudah mencukupi untuk menjadi Kota. Tinggal menambahi dengan memekarkan beberapa kecamatan lainnya,”terang Fawer Full Fander Sihite Ketua Institute Law And Justice [ILAJ] ini menambahkan.

Ibu ibu yang berdomisili di Parapat ikut dalam lomba masak tradisional Poldasu Fiesta 2019

Fawer melihat ke-6 wilayah tersebut memiliki potensi dan jika dikelola dengan maksimal tentu kedepan menjadi sebuah Kota Wisata. Bukan hanya wisata Danau Toba saja, kata Fawer ada banyak wisata alam yang juga dapat digali di dalamnya.

“Mengapa dianggap perlu dimekarkan? Dengan potensi yang dimiliki ke enam Kecamatan itu dan bila dikelola dengan maksimal, pasti bisa menjadi kota wisata sesungguhnya menyambut para wisatawan yang akan ke Danau Toba,”jelas Mahasiswa doktoral itu.

Selain ada potensi alam dan wisata di wilayah di kecamatan tersebut, pendukung lain adalah potensi PAD dari sektor  pariwisata dan sektor pertanian. Kemudian ketersedian ruang untuk perkantoran.

Pagoda atau open stage di Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsangsipangan Bolon  
 

“Dengan direalisasikannya Parapat sekitarnya menjadi kota maka pendapatan masyarakat perkapita akan semakin meningkat. Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan persepakatan bersama, lalu membuat studi kelayakannya,” jelasnya.

Dijelaskannya, wacana Parapat menjadi Kota bukanlah wacana Simalungun bawah yang sempat diwacanakan menjadi Kabupaten Hataran.

Namun hal ini didasari bahawa Wilayah Parapat Danau Toba sendiri sangat penting untuk dimaksimal lagi untuk pengelolaan daerah wisata.

Suasana Pantai Bebas Parapat di pagi hari

Fawer menerangkan, jika  mengacu pada Pembentukan daerah otonom yang baru diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004, diperjelas dengan Perarturan Pemerintah No 78 tahun 2007, semua unsur menjadikan sebuah Kota dapat terenuhi .

“Dengan memperhatikan teritorialnya dan basis masyarakat juga sudah sangat layak. Keenam Kecamatan tersebut saling terhubung dan sangat terjangkau satu dengan yang lainnya.”

“Dari 6 Kecamatan tersebut totalnya ada 106.932 jiwa, jika kita bandingkan dengan daerah lain yang sudah menjadi kabupaten dibawah jumlah penduduk itu pun sudah ada,”katanya menjelaskan. 

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.