HETANEWS.COM

Pengakuan Herbin Manurung, Guru SMAN 8 Medan yang Terlibat Duel dan Videonya Viral

Guru Matematika SMAN 8 Herbin Manurung yang terlibat perkelahian dengan guru lain di sekolah, saat diwawancarai di Kantor Disdik Cabang Medan Selatan, Medan, Sumut. Kamis (6/2/2020). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

Medan, hetanews.com - Guru SMA Negeri 8 Medan, Herbin Manurung, yang terlibat duel sesama guru dan videonya viral di media sosial, mengaku menyesalkan insiden tersebut. Dia dan rekannya Deni Panjaitan, berkelahi di depan puluhan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.Perkelahian tersebut terjadi pada Rabu (29/1/2020) lalu.

Pascaperkelahian, Herbin, guru Matematika itu akhirnya melaporkan Deni Panjaitan, guru olah raga. Deni diketahui merupakan putra dari Kepala Sekolah SMAN 8 yang diangkat menjadi guru honorer.“Saya sangat kecewa dengan kejadian itu.

Tindakan itu sangat tidak terpuji. Saya tidak seperti guru lagi saat itu. Walaupun bukan saya yang salah, karena kejadian di hadapan anak-anak, maka saya tetap salah,” kata Herbin di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Cabang Medan Selatan, Medan, Kamis (6/2/2020).

Herbin juga menyesalkan pernyataan Kepala Sekolah SMAN 8 Medan, Jonggor Panjaitan yang menyebut dirinya oknum guru provokator di SMAN 8 Medan. Dia mengancam akan menuntut Jonggor jika tudingannya tidak bisa dibuktikan.

“Silakan Pak Jonggor bilang saya provokator. Namun, saya akan tuntut balik dia jika pernyataannya tersebut asal-asalan. Kalau dia berani mengatakan saya provokator di balik ini semua, bukti akan berbicara,” kata Herbin.

Herbin menegaskan dirinya tidak akan pernah melakukan provokasi terhadap orang lain, terlebih kepada para murid SMAN 8 untuk berbuat hal-hal di luar kegiatan belajar mengajar. Orang tua menitipkan anaknya di sekolah kepada para guru untuk belajar, bukan malah sebaliknya mendapat pengajaran yang tidak baik.

“Saya juga punya anak yang sekolah. Saya paling tidak setuju jika anak saya dikotori dengan hal seperti itu. Namun oleh Pak Jonggor, saya dikatakan dalang dari semua ini. Silakan,” katanya.Herbin juga mengatakan, dirinya sudah dipanggil oleh Disdik Cabang Medan Selatan, Kamis (6/2/2020).

Dia diminta menjelaskan soal perkelahiannya dengan guru Deni Panjaitan, yang berlanjut dengan aksi mogok puluhan siswa SMAN 8 Medan.“Saya dituduh di balik kerusuhan yang terjadi semalam. Namun saya tidak tahu kerusuhannya apa. Saya tidak tahu sama sekali karena saya ada di sekolah dan saya lihat tidak ada kerusuhan di sekolah,” ujar Herbin.

Dia pun membenarkan pernyataan Kepala Sekolah SMAN 8 Medan yang menyebutkan persoalan di sekolah itu sudah berlangsung selama satu tahun. Namun, sampai saat ini Disdik Sumatera Utara masih belum mencari solusi.

Herbin berharap situasi di SMAN 8 Medan pascaperkelahiannya dengan Deni Panjaitan segera kembali kondusif. Apalagi siswa saat ini tengah mengikuti ujian tengah semester. Dia juga meminta seluruh guru SMAN 8 Medan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik.“Kalau situasi saat ini dibiarkan begitu saja, anak-anak yang menjadi korban.

Kasihan mereka dan orang tuanya. Itu yang jadi perhatian saya,” ujar Herbin.Diketahui, dua oknum guru di SMAN 8 terlibat perkelahian di dalam kelas saat proses belajar mengajar, Rabu (29/1/2020) lalu. Rekaman video perkelahian itu akhirnya viral di media sosial dan menggegerkan warga Medan.

Sumber: inews.id

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan