HETANEWS

PDPAUS Batalkan Kerjasama Dengan PT LPR

Gedung sub terminal agrobisnis [STA] pada Selasa 26 Februari 2019.

Siantar, hetanews.com – Perusahaan daerah pembangunan dan aneka usaha [PDPAUS] mengambil alih pembangunan dan pengelolaan Sub Terminal Agrobisnis (STA). Hal itu sebagai bentuk action poin dari pembatalan kerjasama usaha dengan PT LPR.

PDPAUS resmi membatalkan kerjasama usaha atau join venture dengan PT Laksana Perkasa Romauli [LPR] melalui SK Direksi No: 900/01/SK-PAUS/I/2020.

Pembatalan kerjasama tersebut berdasarkan evaluasi dengan pertimbangan, diantaranya ialah data dan iformasi pra perjanjian kerjasama maupun dokumen kurang lengkap.

Kemudian piutang kontribusi yang belum disetorkan ke PDPAUS sampai 2019 hampir mencapai Rp 6,1 M. Lalu pembangunan kios yang belum selesai dibangun sesuai dengan dengan perjanjian.

Selanjutnya, adanya pengutipan parkir dan aktivitas bongkar muat yang berlangsung di kawasan STA oleh oknum tanpa pertanggungjawaban kepada para pihak.

Setelah pembatalan kerjasama, kompleks STA di Jalan Persatuan, Kelurahan  Sukadame, Kecamatan Siantar Utara  itu akan dikelola oleh PDPAUS. Termasuk menetapkan nilai kontribusi pelayanan di STA.

Baca juga: Pedagang Mulai Operasikan Kios Milik PDPAUS di Eks Terminal Suka Dame

Dirut PDPAUS, Benhart B.M Hutabarat, membenarkan pembatalan kerjasama tersbut. Pihaknya mengambil alih STA sebagai aset Pemko Pematangsiantar yang dikelola oleh PDPAUS.

Hanya saja, gedung STA tersebut diketahui milik Kementrian Pertanian."Kalau setahu saya gedung punya kita. Kan tanah kan punya kita [Aset Pemko]. Jadi sesuai sertifikat, asetnya PDPAUS,” kata Benhart dihubungi, Kamis (6/2/2020).

Gedung STA juga diketahui belum diserahterimakan kepada Pemko Pematangsiantar. Disinggung mengenai proses hibah dari pihak Kementerian, Benhard berpendapat bangunan itu di atas tanah milik Pemko Pematangsiantar yang sudah menjadi aset PDPAUS.

"Kalau itu gedung [STA] tanya ke Dinas terkait lah. Kalau kami gak tau menahu. Yang pentingkan asetnya, sertifikat tanah nya atas nama Pemko Pematangsiantar yang diserahkan ke PDPAUS,”ucapnya.

 Gedung STA) belum resmi menjadi milik Pemko Siantar. Statusnya masih menunggu dihibahkan dari Kementrian Pertanian.

Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Daerah, Alwi Adrian, pada Februari 2019 mengatakan gedung tersebut sebelumnya dibangun oleh Kementrian Pertanian dan belum diserahkan kepada Pemko Siantar. 

Baca juga: Pemko Menunggu Hibah Gedung STA dari Kementan

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.