HETANEWS

Belum Ada Hasil Pemeriksaan Dugaan Pungli di Puskesmas

Suasana kantor Dinkes Pematangsiantar: Inspektorat memanggil sejumlah pegawai Puskesmas di kantor Dinkes Jalan Sutomo Pematangsiantar pada Kamis 23 Januari 2020.

Siantar, hetanews.com – Dugaan pungutan liar atau pungi hampir di seluruh Puskesmas hingga kini masih belum terkuak. Pemeriksaan terhadap pegawai Puskesmas oleh Inspektorat masih dilakukan.

"Belum selesai. Belum ada laporan dari Tim. Pemeriksaan kita minta keterangan keterangan [secara] random, acak. Gak subjektif,” kata Plt Inspektorat Junaidi Sitanggang, Kamis (6/2/2020).

"Hasil belum. Expose internal gak mungkin keluar. Belum ada laporan tim,” ujarnya menambahkan.

Disinggung limit waktu berakhirnya pemeriksaan, Junaidi menyebut jika SOP dalam pemeriksaan ada. "SOP ada. Kalau gak sala 12 atau tanggal 14 bulan ini,” ucapnya.

Belum diketahui bagaimana hasil pemeriksaan hingga menjadi pertanyaan publik. Dia menampik jika kasus dugaan pungli ini ditutup karena tidak ada tersangka. 

“Bukan ditutup. Kalau masih ada informasi lain kita gali lagi. Sampai memang betul betul ada atau memang gak ada. Sejauh ini belum ada perkembangan, laporan belum ada,” katanya. 

Terendus dugaan pungli [pungutan liar] di seluruh Puskesmas dengan modus uang arisan. Kejadian itu membuat Inspektorat memeriksa sejumlah pegawai Puskesmas, Kamis (23/1/2020).

Informasi dihimpun, ada pungli pada  Biaya Operasional Kesehatan [BOK] tiap pegawai Puskesmas di Pematangsiantar.

BOK diperuntukkan membayar biaya perjalanan dinas pegawai misalnya; turun ke Posyandu pengadaan penyuluhan dan pemeriksaan di lapangan.

"Contohnya [BOK] Rp 75 ribu sekali perjalan dinas. Kalau satu TW itu  sekitar 10 kali perjalan dinas. Berarti Rp 750 Ribu. Jadi disetor lah per 1 TW Rp 500 ribu," beber seorang sumber terpercaya.

"Ini, diminta sama pengelola BOK sama Kapus [Kepala Puskesmas]. Tapi pengadaan [uang]  itu untuk kemana gak tau," ungkapnya.

Dijelaskannya, BOK memang disetorkan ke rekening masing masing pegawai. Hanya saja pegawai dipungli dengan modus uang arisan.

"BOK [Biaya Operasional Kesehatan] kan ke rekening. Kalau ngasih ya tunai, dibilang lah untuk uang arisan. Biar gak ada orang yang dengar itu potongan dari BOK," paparnya.

Kasus ini disebut sudah sering terjadi sejak 2016. Terakhir Anggaran 2019 Bulan Maret dan Desember.

Baca juga: Terendus Pungli Modus Uang Arisan di Puskesmas

Penulis: gee. Editor: edo.