HETANEWS

Sales Indorasa Ajak Oknum PNS Sekongkol Buat Drama Perampokan

Kedua terdakwa saat digiring petugas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Sugianto als Jarot (48),  sales Taking Order (TO) PT. Indorasa Prima Sukses Gemilang, mengajak Suhar als Bedak (terdakwa dalam berkas terpisah) untuk melakukan drama perampokan.

Suhar yang berstatus PNS, di kantor Kecamatan Tanah Jawa, disuruh mengikat Jarot, di pohon mangga dan menyimpan uang Rp38.700.000.-

Akal akalan terdakwa Jarot, dilakukan pada Kamis, 24 Oktober 2019, lalu, dan memilih lokasi modus perampokan, di jalan Asahan Km 8, Kecamatan Gunung Malela.

Keduanya bertemu di jembatan kompleks asrama TNI 122/TS dan Jarot menyerahkan uang Rp38.700.000 dalam plastik biru, kepada Suhar dan melanjutkan perjalanan menuju jalan Asahan.

Tak jauh dari perumahan warga, Jarot membuka tas ranselnya dan meletakkannya di tanah, lalu mengeluarkan lakban dari sepeda motornya.

Suhar disuruh mengikat kedua tangannya, di pohon mangga dan melakban mulutnya.

Lalu sepeda motornya, dijatuhkan dan terdakwa Suhar, disuruh pulang ke rumahnya, di Simpang Saripah, Dusun Hataran, Jawa Nagori Marubun Jaya.

Sebelum sampai di rumah, terdakwa Suhar disuruh membuang Hp milik Jarot ke sungai, dekat asrama TNI 122/TS. Suhar menggali tanah di belakang rumahnya dan mengubur uang tersebut.

Uang tersebut merupakan hasil penyetoran dari beberapa toko yang telah membeli barang dari PT Indorasa, melalui terdakwa.

Karena sebagai sales TO, terdakwa Jarot bertugas mengorder barang dan mengutip uang hasil penjualan untuk disetorkan ke rekening perusahaan. Setiap bulannya, terdakwa mendapatkan gaji 5 juta/bulan.

Seyogianya uang yang telah diterima Jarot sebesar Rp51.742.500.- dari beberapa toko. Atas kejadian tersebut, Ardiansyah Pohan, selaku pengawas perusahaan, melaporkan kepada atasannya, Unggul Pakpahan, jika terdakwa Jarot mengalami perampokan.

Setelah kasus ini dilaporkan ke polisi dan dilakukan penyelidikan, maka terungkaplah sandiwara terdakwa. Keduanya dijerat jaksa dengan pasal 375 atau kedua melanggar pasal 372 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Terungkap dalam persidangan, siang itu, di PN Simalungun, Kamis (6/2/2020), jika terdakwa Suhar tidak menerima apapun dari terdakwa Jarot yang masih sekampungnya.

"Saya tidak ada dikasih pak,"kata Suhar menjawab pertanyaan hakim tentang berapa bagian yang diterima.

Untuk mendengarkan tuntutan jaksa, Barry Sugiarto Sihombing SH, persidangan dipimpin, Roziyanti didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Justiar Ronald, ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.