HETANEWS.COM

Anies Harus Serahkan Desain Revitalisasi Monas, PDIP: Prosedur Harus Dilalui

Ketua sementara DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan

Jakarta, hetanews.com - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menghargai keputusan Gubernur Anies Baswedan yang mengikuti permintaan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menyerahkan desain revitalisasi Monas. Desain tersebut harus sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 25 tahun 1995.

"Itu sudah benar, semua desainnya disamakan (dengan Keppres)," ucap penasehat Fraksi PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan saat dihubungi, Rabu (6/2/2020).

Pantas tidak mempermasalahkan efek samping molornya waktu pengerjaan dari revitalisasi Monas. Menurutnya, yang terpenting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengikuti prosedur yang ditetapkan.

"Bukan lihat lama atau apa, prosedur harus dilalui. Kedua, karena Monumen Nasional ada kepentingan nasional yang harus terjaga itu yang harus dilindungi juga," ucap Pantas.

Selain itu, Pantas berpesan revitalisasi Monas tidak merubah makna dari bangunan tersebut. Selain itu, harus ada pengelolaan Monas menjadi ruang terbuka hijau.

"Revitalisasi tidak boleh ganggu nilai, makna yang ada di kawasan tersebut. Tidak merusak ruang terbuka hijau, jadi diminimalisir (kerusakan) lah," ucap Pantas.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut revitalisasi Monas akan terus dilanjutkan. Rencananya besok Anies menyerahkan gambar kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, yang juga Ketua Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka.

"Jadi hasil kesepakatan tadi kan gambaran umum, harus dibentuk dalam bentuk gambar. Gambarnya besok dibawa, ditunjukkan kepada Ketua Komisi Pengarah, dari situ baru jalan," kata Anies seusai rapat di kantor Kemensetneg, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Anies menjelaskan alasan melanjutkan rencana revitalisasi Monas tersebut. Menurutnya, rencana revitalisasi itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 Tahun 1995.

"Iya secara prinsip yang tadi dibahas konsentrasinya kawasan selatan, kawasan itu akan diteruskan. Mengapa diteruskan? Karena sejalan dengan Kepres 25 Tahun '95. Ada penyesuaian, penyesuaian pada penambahan vegetasi," katanya.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!