HETANEWS

Aniaya Karyawan TPL, Dua Warga Sihaporas Diancam 18 Bulan Penjara

Kedua terdakwa mendengar tuntutan 18 bulan dari  jaksa  Firman. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua warga Sihaporas, terdakwa Jonny Ambarita (44) dan Thomson Ambarita (41), masing - masing dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa Firmansyah SH, di PN Simalungun, Rabu (5/2/2020).       

Menurut jaksa Firmansyah, keduanya telah terbukti bersama beberapa warga dan Marudut Ambarita yang dinyatakan DPO, telah melakukan pemukulan dengan potongan kayu, kepada saksi korban, Bahara Sibuea (Humas TPL) dan beberapa karyawan lainnya, Agus Duse Damanik, Fidrus A Simbolon dan Haposan Sitorus.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan warga Sihaporas tersebut, terjadi pada Senin, 16 September 2019, lalu.           

Masyarakat Sihaporas yang dilarang menanam bibit jagung, di lahan konsesi milik TPL, tidak terima. Karena menganggap lahan tersebut adalah tanah adat yang dikuasai secara turun temurun, berdasarkan sertifikat Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA). 

Akibatnya, sekitar 80 warga yang memasuki lahan konsesi tersebut marah. Dengan kayu dan cangkul, memukul humas, karyawan dan security PT.TPL. Akibatnya korban luka sesuai VEr yang dibuat dokter di RS Vita Insani.

Korban luka bagian kepala, pinggang, punggu dan luka robek pada lengan. Para terdakwa, dipersalahkan jaksa, melanggar  pasal 170 (1)  Jo 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Atas tuntutan jaksa tersebut, kedua terdakwa didampingi pengacaranya akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis.

Untuk itu, majelis hakim Roziyanti SH, Aries Ginting dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan hingga Senin (10/2/2020) mendatang.

Seperti biasanya, persidangan dikawal beberapa petugas kepolisian karena setiap persidangan digelar, sebahagian masyarakat melakukan aksi demo. Tapi siang itu, sebahagia keluarga mengikuti dengan tertib jalannya persidangan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.