HETANEWS.COM

Polres Simalungun Didesak Tangkap Humas PT. TPL Bahara Sibuea

Aliansi mahasiswa dan masyarakat adat Sihaporas saat berunjuk rasa ke Polres Simalungun.

Simalungun, hetanews.com - Aliansi mahasiswa dan masyarakat adat Sihaporas, kembali berunjuk rasa, di depan Polres Simalungun, pada Senin (4/2/2020), sekitar pukul 12:30 WIB.

Kedatangan pendemo ini, mendesak Polres Simalungun untuk segera menangkap Bahara Sibuea, Humas PT. TPL Aek Nauli, sebagai mana laporan yang dilakukan oleh Thomson Ambarita, berdasarkan Laporan Polisi Nomor. STPL/84/lX/2019, tanggal 18 September 2019.

Dalam pernyataan sikapnya, massa mengatakan, kebijakan Negara dengan mengklaim, bahwa tanah leluhur (adat) Sihaporas adalah hutan Negara, dan memberikannya kepada perusahaan PT TPL, yang mana mengakibatkan konflik berkepanjangan. Dimana masyarakat adat menjadi korban dari kebijakan dan investasi tersebut.

Persoalan tersebut, juga menyebabkan Konflik antara masyarakat adat, Sihaporas dengan security dan karyawan PT. TPL, pada 16 September 2019, lalu.

Yang mana menurut mereka, bentrok dipicu oleh ke arogansian dan tindakan kekerasan dari pihak PT. TPL terhadap masyarakat adat Sihaporas, yang menyebabkan dua orang masyarakat adat Sihaporas, yakni, Jhony Ambarita dan Thomson Ambarita, dan seorang anak berusia 3 tahun, Mario Ambarita, menjadi korban pemukulan pihak PT. TPL.

Sementara itu, pasca laporan Polisi yang dilakukan oleh Thomson Ambarita, ke Polres Simalungun, atas dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Bahara Sibuea, oknum Humas  PT TPL, pada 18 September 2019 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan.

"Saya pringatkan pak, kalau sampai dalam bulan ini, Sibahara tidak ditangkap, masyatakat akan marah. Kami minta hadirkan bapak Kapolres Simalungun, pake hatilah pak,"ujar salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.

Sementara itu, kordinator aksi dalam tuntutanya mengatakan, agar Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun, meresponsif peristiwa yang dialami oleh masyarakat adat Sihaporas dan Dolok Parmonangan.

Meminta Polres Simalungun agar menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat adat Dolok Parmonangan yang memperjuangkan hak dan kedaulatan atas tanah adatnya.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!