HETANEWS

Kejari Simalungun Tak Tahan Pangulu Dolok Ulu Berstatus Tersangka

Simalungun, hetanews.com - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus koruspi dana desa tahun 2016, SW, masih aktif dan melakukan tugasnya, sebagai Pangulu Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Kejari Simalungun, sudah hampir 3 tahun melakukan pemeriksaan dalam perkara ini, terhitung mulai tahun 2017, lalu.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/2/2020), Kasi Pidsus Kejari Simalungun, Asor Olodaiv Siagian, menyebutkan,  pengusutan perkara tersebut sudah tahap pemberkasan (tahap pertama) dan selanjutnya tahap kedua akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti, kepada jaksa penuntut.

"Sedangkan status tahanan, membenarkan jika tersangka Sw tidak ditahan, menunggu petunjuk dari pimpinan, apakah saat ditahap dua nanti dilakukan penahanan atau tidak,"ungkapnya.

Diakuinya, jika pengusutan kasus ini sudah cukup lama karena banyaknya saksi - saksi yang diperiksa, dan juga menunggu hasil BPKP saat itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Untuk dugaan sementara, kerugian negara mencapai kuranag lebih Rp200 juta. Dan tersangka telah mengembalikan kerugian tersebut, jelas Siagian. Tim jaksa juga sudah memeriksa Sw, sebagai tersangka.

"Dijadwalkan, akhir bulan Pebruari, perkara ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,"katanya.

Tim jaksa yang menangani kasus tersebut, Hiras Afandi Silaban, Juna Karo-Karo dan Barry Sugiarto. Keuangan negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp174 juta, jelasnya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.