Siantar, hetanews.com - Tampaknya aksi perampok semakin brutal di Kota Siantar. Setelah kejadian perampokan, di Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, pada bulan lalu, yaitu empat kawanan perampok dengan membawa klewang dan menyekap pemilik rumah, kali ini giliran seorang Satpam Perumahan Wahidin yang diketahui bernama Muhammad Harahap (65), warga Jalan Ade Irma Suryani, Kecamatan Siantar Utara, yang jadi korban.

Kawanan perampok ini, juga berjumlah empat orang dan membawa senjata api (pistol).

Menurut kesaksian korban, ketika ditemui di tempat kerjanya, di Perumahan Wahidin, Jalan Ade Irma, Gang Aman, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, mengatakan, sebelumnya korban dengan seorang temannya, bergantian menjaga perumahan tersebut.

"Biasanya, saya menjaga malam, sekitar pukul 03.00 WIB dengan berkeliling, tapi pada saat saya berkeliling, saya melihat gerbang sudah terbuka. Kemudian langsung saya cek tanpa firasat lain-lain,"ungkapnya kepada awak media.

Hanya saja, saat dilakukan pengecekan, dirinya dicegat oleh empat orang perampok dengan penutup wajah (bersebo) dan menodongkan pistol ke korban.

"Ketika saya lihat, saya langsung ditodong dengan senjata api di kepala dan satu lagi di bagian dada. Perampok itu pun bilang sama saya "diam kau, kalau tidak ku tembak", “terangnya meniru ucapan perampok tersebut.

Selain ditodongkan pistol oleh dua orang perampok, dirinya juga diikat dan mulutnya dilakban oleh kedua pelaku. Sedangkan dua teman perampok itu, mengotak atik satu unit mobil jenis metik CRV milik warga. Dan untung saja, pencurian mobil tersebut gagal.

"Karena perampok itu tidak bisa mengambil mobil metic CRV, kemudian kawanan perampok itu meninggalkan Perumahan Wahidin dengan mengemudikan mobil jenis Innova warna hitam," akhirnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu, membenarkan kejadian itu. Korban telah membuat laporan ke Polsek Siantar Utara, katanya.

"Anggota juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun sangat kita sayangkan kalau di perumahan itu, tidak ada satu pun kamera pengintai (CCTV), sehingga sampai sekarang, kita masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini,"akhirnya.