HETANEWS

Diduga Disambar Kereta Api, Seorang Pria Meninggal Dunia

Ilustrasi rel kereta api

Medan, hetanews.com - Seorang pria ditemukan warga meninggal dunia setelah disambar kereta api di perlintasan Kereta Api Medan-Binjai pada Minggu (2/2).

Dari informasi yang diperoleh, korban bernama Pauri Sundiro Manullang (28) warga KM 11 Silumboyah Desa Silumboyah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

Pauri tersambar kereta api perlintasan kereta api yang berada di Jalan Bersama Gang Sawah, Kelurahan Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Personel Lantas Polsek Sunggal, Bripka P Tarigan mengatakan, awalnya Kereta Api Sri Lelawangsa U88 datang dari arah Medan hendak ke Binjai. Saat itu korban sedang duduk-duduk di lokasi kejadian.

"Kereta api lewat, ia tengah duduk-duduk dengan mengunakan handset sekitar 30 cm dari ROW (real off way), diduga kena sambar," kata Bripka Tarigan, Senin (3/2).

"Kereta api itu membentur bagian tubuh korban dan terseret sejauh 5 meter," sambung Tarigan.

Pasca kejadian korban mengalami luka-luka dan patah di tangan sebelah kiri, kepala bagian sebelah kanan luka robek, kaki sebelah kanan lecet.

"Kereta api sempat berhenti untuk mengevakuasi korban. Petugas dan dibantu warga lalu membawa korban ke RS Full Bethesda dan di rujuk ke RS Sundari Medan, kemudian di rujuk kembali ke RS Bina Kasih Medan. Namun, Senin (3/2) pukul 06.00 WIB, korban meninggal dunia," tambahnya.

Sumber: analisadaily.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 1
  • Hijrah Batin
    area rel adalah area berbahaya lur dan sesuai dengan aturan yang ada kita semua dilarang berada di atas rel , sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tertulis jelas bahwa masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apapun. Jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta ap