HETANEWS

DPRD Surabaya Minta Pemkot Ubah Bangunan Terbengkalai Jadi Puskesmas

Foto: DPRD Surabaya

Surabaya, hetanews.com - Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, mengatakan Warga Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, menginginkan adanya puskesmas pembantu untuk pelayanan dasar kesehatan, khususnya kepada lansia. Oleh karena itu, Reni mengatakan bahwa masyarakat dan kader-kader kesehatan serta LPMK ingin gedung aset milik Pemkot Surabaya yang lama terbengkalai, digunakan menjadi puskesmas pembantu.

"Ini berawal dari pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat, LPMK dan para kader ibu-ibu PKK, Kesehatan dan KIM. Intinya warga Kelurahan Margorejo ini, memandang keberadaan Pustu atau puskemas pembantu di wilayah sini itu dibutuhkan," kata Reni dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2020).

Ia menjelaskan, alasan dibutuhkannya puskesmas pembantu ini karena jumlah lansia dan masyarakat yang lain untuk mendapatkan layanan dasar (puksesmas) semakin banyak. Sedangkan, letak pusksemas induk cukup jauh dari masyarakat.

Selain itu, warga juga melihat bangunan milik aset Pemkot Surabaya yang tidak digunakan sejak 19 tahun lamanya itu terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar. Warga pun meminta agar pemkot menggunakan sebagai puskesmas pembantu.

"Kenapa harus didorong ke sini, karena warga menilai ada bangunan yang nganggur (tidak dipakai), di satu sisi ada kebutuhan warga. Bangunan yang mangkrak sejak tahun 2000 dan 2018 sudah menjadi aset pemerintah kota itu oleh karena itu kita dorong ini segara difungsikan untuk menjadi yang dibutuhkan masyarakat," lanjutnya.

"Saya kira kalau Pustu dengan kondisi ini masih memungkinkan. Memang kalau untuk puskesmas lahannya memang kurang luas. Kalau puskesmas pembantu saya kira cukup, sehingga kegiatan-kegiatan preventif, promotif untuk kesehatan bisa lebih dekat dengan masyarakat yang ada di sini," ujarnya.Reni juga menilai, jika bangunan yang memiliki lebih dari lima ruangan berukuran besar tersebut, sangat mendukung untuk dijadikan sebagai puskesmas pembantu untuk warga Kelurahan Margorejo.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat, LMPK agar memanfaatkan Musrembang dengan sebaiknya-baiknya untuk pengajuan Pustu ini, karena sudah tersampaikan dan alokasi dana setiap tahun semakin besar.

"Harapannya yang dimunculkan di Musrembang itu yang dibutuhkan masyarakat, tidak hanya fisik, ini ibu-ibu dan anak-anak muda dikasih ruang untuk kegiatan pelatihan-pelatihan wirausaha," tandasnya.

Sementara itu, Kader PKK dan Kader Turbekulosis Kelurahan Margorejo, Sri Wilujeng mengatakan pihaknya dalam melakukan pendampingan juga sering mendengarkan keluhan dari para lansia.

"Saya sering disambati sama warga, terutama lansia itu mengeluh masalah transport, walaupun di sana pengobatannya gratis. Kadang-kadang nggak berangkat saya yang menjemputnya karena orangnya tidak punya," tuturnya.

Sedangkan Ketua LPML Kelurahan Margorejo, Umam mengatakan jika bangunan aset pemkot yang berada di Margorejo, Woncolo ini, sudah disiapkan sejak lama, setelah tukar guling dengan pengembang. Namun karena puskesmas pembantu sebelumnya tidak mau pindah jadi dibiarkan kosong.

"Rencananya akan dibangun lagi oleh pemkot, saya minta untuk tidak menjadi Pustu lagi tapi puskesmas," pungkasnya.

Sumber: detik.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.