Siantar, hetanews.com - Kepala Seksi Intelijen (kasi Intel) Kejari Pematangsiantar, BAS Faomasi Jaya Laia SH MH, meminta agar jangan memplintir kata – kata atau keterangan yang disampaikannya.

Dicontohkannya, seperti judul berita di salah satu media "kasi Intel Takut  Posma Sitorus Tiba-tiba Stroke, makanya tidak ditahan".

“Saya tidak mengatakan demikian dan saya tidak takut jika dia stroke setelah ditahan, “ungkapnya kepada sejumlah wartawan siang itu, di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020).

Dijelaskan BAS, memang dia ada mengatakan stroke, tapi bukan begitu pemahamannya. "Jika masih ada rekamnnya, mari kita dengar bersama-sama, “ungkapnya lagi.

Menurut BAS dalam keterangannya, kepada sejumlah media kemarin yang mempertanyakan terkait kasus korupsi Posma Sitorus, mengapa tidak ditahan? Dan dijelaskan, alasan tidak dilakukan penahanan karena si tersangka tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti. "Dan jika dia datang dalam keadaaan stroke", itulah asalnya kata stroke tersebut.

Kasi Intel mengharapkan kepada rekan - rekan media untuk bekerja secara profesional, karena pihaknya juga akan menjelaskan secara transparan, jika memang layak untuk dipublikasikan untuk kepentingan publik.

"Saya bersedia memberikan konfirmasi atau keterangan pers karena kejaksaan juga berupaya menyelesaikan perkara secara profesional, sesuai dengan perundang-undangan,"ungkapnya lagi.