HETANEWS

Masa Kampanye Pileg dan Pilpres Diusulkan Satu Bulan

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (tengah). ( Foto: Beritasatu / Dhika Ristyani )

Jakarta, hetanews.com - Tujuh partai yang tidak lolos ambang batas minimal masuk parlemen atau parliamentary threshold, mengusulkan masa kampanye Pilpres, Pileg dan Pilkada hanya satu bulan. Hal itu agar tidak menimbulkan pembelahan yang berkepanjangan dalam masyarakat akibat kampanye.

"Kami merasa pemilu kemarin, Pilpres dan Pileg masa kampanyenya terlalu amat panjang. Itu membuang energi luar biasa. Apakah hidup kita sehari-hari hanya buat itu? Kan tidak. Gimana kita mau bicara sesuap nasi untuk masyarakat.

Kami bertujuh usulkan lebih baik dikurangi lagi itu, kalau bisa hanya sebulan atau 40 hari," Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, usai bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Selain Priyo, hadir pula enam perwakilan dari partai yang tidak lolos masuk parlemen. Mereka adalah Wakil Sekjen PSI, Satia Chandra Wiguna, Sekjen DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq, Sekjen DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Gede Pasek Suardika, dan Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noor.

Priyo mengemukakan, tujuh partai juga mengusulkan kepada Mendagri Tito Karnavian agar Pileg dan Pilpres dipisah. Hal itu supaya masyarakat bisa fokus menjalankan setiap tahapan pemilu.Mereka juga meminta agar sistem pemilu diperjelas jenis kelaminnya, apakah memakai sistem proporsional tertutup atau proporsional terbuka.

"Patut dipertimbangkan untuk memperjelas, jenis kelamin sistem pemilu kita ini, apakah ingin menguatkan sistem yang menguatkan kepartaian yang menuju tertutup atau kita buka pintu lebar-lebar, dimana nanti tidak hanya kompetisi antar partai, tapi juga antar internal partai. Tapi ditambahlah nilai partai dan demokrasi ada karena kalau tidak nanti kita dianggap ragu-ragu," tutur Priyo.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.