HETANEWS

Telan Korban Jiwa, Longsor Lumpuhkan Jalan Penghubung Humbahas-Tapteng

Korban Lestinus Marpaung saat dievakuasi Basarnas dari lokasi longsor. (Foto/Lord)

Humbahas, hetanews.com - Sebagai akumulasi dari musim penghujan yang beberapa hari ini, mengguyur daerah  Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Tapanuli Tengah (Tapteng), tragedi tanah longsor terjadi di jalan penghubung antar kedua kabupaten tersebut, Selasa (28/1/2020) malam, sekira pukul 23.00 WIB.

Peristiwa tesebut, tepat di perbatasan Kecamatan Pakkat (Humbahas) dengan Kecamatan Andam Dewi (Tapteng).

Selain melumpuhkan arus lalu lintas, peristiwa ini juga dilaporkan menelan korban jiwa. Sementara ini, 1 korban meninggal atas nama Lestinus Marpaung (57), yang merupakan warga Desa Hau Agong, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas. Dan ia bekerja sebagai seorang Guru PNS, di SD Negeri Lumban Tongatonga.

Diceritaka  Camat Pakkat, Mangolo Tua Purba, korban Lestinus bersama 3 orang rekannya, sedang naik mobil minibus jenis Suzuki Karimun dari arah Kecamatan Andam Dewi (Kabupaten Tapanuli Tengah) menuju Kecamatan Pakkat.

Ketika hendak melintas melalui jalan, di perbatasan Tapteng dan Humbahas, tiba-tiba laju kenderaan mereka terhenti karena terhalang tanah dan pepohonan yang berasal dari bencana longsor.

Saat itu, Lestinus keluar dari mobil untuk berusaha mengamati peristiwa yang terjadi. Namun naas, saat ia berdiri di samping mobil, longsoran tanah susulan bercampur banjir bandang, tiba-tiba menghanyutkannya. Sementara ketiga rekannya saat itu posisinya masih berada di dalam mobil dan tidak ikut terseret longsor.

Kemudian, korban diketahui meninggal dunia pada pagi keesokan harinya. Mayatnya ditemukan masyarakat,  kira-kira sejauh 1 km terseret dari lokasi kejadian. Dan oleh Basarnas Tapteng, mayatnya segera dievakuasi dan selanjutnya diangkut via jalur Sidempuan karena tak bisa menerobos jalan yang longsor menuju Pakkat.

Sementara itu, 4 orang korban lainnya dilaporkan adalah merupakan warga Kecamatan Andam Dewi dan saat ini sudah dievakuasi pihak Basarnas Tapteng.

"Korban meninggal dunia dari warga kita (Humbahas) 1 orang yakni Lestinus Marpaung. Dia bekerja sebagai Guru PNS. Sementara untuk jalan yang longsor panjangnya ada sekitar 4 km,"kata Camat Mangolo Tua Purba, di lokasi kejadian.

Selain menelan korban jiwa manusia, bencana ini juga dilaporkan telah merusak sejumlah bangunan dan tanam-tanaman warga. Juga 4 ekor sapi dan 12 ekor kambing milik warga Kecamatan Pakkat, turut  menjadi korban.

Amatan wartawan, akibat lumpuhnya jalan penghubung antar kedua kabupaten itu, kenderaan terpaksa tertahan. Sementara itu alat berat dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara,  juga sudah mulai terlihat membersihkan longsoran tanah yang menghadang bahu jalan. Tak tanggung-tanggung, jalan yang tertimbun longsoran tanah tersebut mencapai  hingga nyaris 6 km.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.