HETANEWS

Sakit Jantung dan Kaki Membusuk, Poltak Pemilik Sabu Cuma Diancam 2,6 Tahun Penjara

Erik Finney, petugas Kejaksaan, bersama tim jaksa saat mendorong kursi roda terdakwa. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Poltak Sihombing (45), warga jalan Sukamulya, Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, dituntut 2,6 tahun penjara oleh jaksa Dedy Chandra Sihombing, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (29/1/2020).

Pemilik sabu ini, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 (sebagai pengguna).

Tiga paket sabu seberat 1,14 gram (bruto) dinyatakan untuk dimusnahkan. Hal yang meringankan terdakwa, karena mengalami penyakit pembengkakan jantung dan luka kaki yang membusuk. Sehingga harus memakai kursi roda saat menjalani proses persidangan.

Poltak juga sempat dibantarkan ke RS Umum Djasamen Saragih karena kakinya yang mengeluarkan cairan akibat infeksi.

Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Siang itu, terlihat petugas mendorong terdakwa memasuki ruang sidang Tirta PN Simalungun, untuk disidangkan dalam perkara sabu.

Saat ditangkap, terdakwa mengakui kepada petugas, jika dirinya membeli sabu dari Gondrong (DPO), warga Tebing, seharga Rp2,1 juta.

Mereka bertransaksi di depan RS Pabatu Sergai. Setelah sepakat, terdakwa berangkat dari rumahnya di Sidamanik menuju RS Pabatu.

Usai menerima sabu, terdakwa menuju kota Pematangsiantar untuk menyimpan sabunya, di bawah pohon pisang, di areal persawahan milik Pardede, di Kecamatan Siantar Simarimbun. Sebahagian sabu dibawa pulang ke rumahnya.

Sabu dibagi menjadi 7 paket untuk dijual. Dari terdakwa, disita 3 paket sabu seberat 1,14 gram (bruto). Keterangan saksi dibenarkan terdakwa.

Majelis hakim, Novarina Manurung, Hendrawan Nainggolan, dan Mince Ginting, menunda persidangan untuk pembacaan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.