HETANEWS

Dihotmix Saat Hujan, Begini Kondisi Jalan Batu Mardinding Terkini

Warga menunjuk hotmix yang rusak meski baru saja diaspal. (Foto : Samsudin Lumban Gaol/Lord)

Humbahas, hetanews.com - Pengaspalan saat  kondisi jalan masih keadaan basah karena hujan akan sangat berpengaruh pada konstruksi.

Dengan kata lain, hasil pengaspalan tidak akan bisa maksimal karena daya rekat lapis aspal beton, di bawahnya terlalu basah setelah diguyur hujan.

"Akibatnya aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak terlalu lama, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat,"kata Anggota LSM Garuda Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sudung Sihombing, baru-baru ini, kala ditemui di lokasi.

Situasi pengaspalan dalam jalan keadaan basah inilah yang terjadi di ruas jalan Batu Mardinding, yaitu di jalan penghubung Desa Parsingguran II (Kecamatan Pollung) dengan Desa Marbun Toruan (Kecamatan Baktiraja), Kabupaten Humbahas.

Baca juga: 'Luar Biasa', Pengaspalan Jalan Batu Mardinding Dikerjakan Malam Hari Saat Hujan

 Pantauan wartawan hetanews.com, proses pengaspalan yang berlangsung saat hujan, terjadi sejak Minggu (26/1/2020) malam lalu. Entah disengaja atau tidak, atau kurangnya pengawasan dari instasi terkait, sehingga pengaspalan jalan basah ini bisa terjadi.

Amatan wartawan, Selasa (28/1/2020), di Jalan Batu Mardinding, pasca dihotmix saat hujan, jalanan yang sudah diaspal banyak retak, di sejumlah titik. Di beberapa titik, terlihat aspal membengkak karena tidak  merekat ke material BS yang dipasang, di badan jalan.

Selain itu tampak juga permukaan aspal yang berlubang-lubang dan tidak rata. Sementara di beberapa lokasi juga terlihat permukaan aspal yang kasar seperti baru saja diberi aspal lapisan penetrasi (lapen).

Hingga saat ini, pihak Dinas PUPR Humbahas, belum bisa dimintai keterangan. Kadis PUPR, Johnson Pasaribu, juga belum bersedia merespon telepon dari wartawan.

Penulis: tim. Editor: gun.