HETANEWS

3 Pelaku Begal Bawa Kabur 2 Unit HP Milik Remaja 16 Tahun, Ini Modusnya

Tempat kejadian perkara (TKP) kedua korban dibegal oleh tiga OTK. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Mengaku ditipu di salah satu grup sosial media (Sosmed) Black Market, 3 orang tidak dikenal (OTK), berhasil gasak 2 unit HP, di Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, tepatnya di depan bengkel sepeda motor samping Puskesmas. 

Dua unit ponsel tersebut, belakangan diketahui milik korban berinisial RHR (16), warga Jalan Langgar, Kelurahan Kampung Banjar, Kecamatan Siantar Barat dan rekannya, LF (16).

Peristiwa yang menimpa keduanya, diketahui pada saat, kedua korban lagi mengendarai sepeda motor Honda Beat, dengan nomor polisi (Nopol) BK 4338 WAG, melintas di Jalan Singosari, Sabtu (25/1/2020) malam.

"Saat kami berada di depan bengkel sepeda motor, tepatnya di samping Puskesmas, kami diikuti oleh 3 orang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Yamaha King dan menyuruh kami berhenti," ucap RHR, sembari memberitahu ciri-ciri pelaku, yaitu rambut panjang, tinggi dan berkulit putih, Senin (27/1/2020), pukul 11.00 WIB.

Lantaran kedua korban tidak mempunyai masalah, mereka pun memberhentikan sepeda motornya dan salah satu dari ketiga pelaku langsung menghampiri keduanya dengan mengatakan, bahwa adiknya telah ditipu beli HP oleh kedua korban dari Black Market.

"Setelah berhenti, salah satu pelaku yang rambutnya gondrong, terus berbadan tinggi kulit putih, menghampiri kami dan terus mara-marah sama kami. Dibilangnya, kalau adeknya ditipu beli HP dan abang itu meminta HP kami berdua (Xiomi, dan Vivo, red),"ujarnya.

Masih katanya, kemudian pelaku yang rambutnya gondrong itu, meminta agar temannya, LF, dibawa bersama pelaku, dengan alasan untuk menemui adiknya yang telah tertipu. Dan saya ditinggalkan, bersama dua temannya abang itu (pelaku,red), di depan bengkel sepeda motor, ujarnya lagi.

Salah Satu Korban Ditinggal di Sekitaran Jalan Nagur

Setelah lama menunggu, pelaku yang membawa teman korban, kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). Hanya saja, pelaku pada saat kembali, tidak membawa temannya yang pada saat itu pergi dengan pelaku.

"Jadi ku tanyak abang itu, dimana si LF? Abang itu menjawab kalau teman ku diturunkan di Jalan Nagur dekat Sekolah Dasar (SD), kemudian mereka bertiga (pelaku) meninggalkan aku didepan bengkel," terangnya.

Mendengar pernyataan dari pelaku, temannya diturunkan di Jalan Nagur, RHR membawa sepeda motornya, mencari temannya, di sekitaran Jalan Nagur dan beberapa menit kemudian, korban menemukan temannya.

"Tapi setelah ku jumpai si LF, terus ku tanyakan HP ku. Dibilang LF, kalau HP kami berdua telah dibawa kabur oleh abang-abang itu (pelaku,red). Akibat kejadian ini, kami mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta, bang," pungkasnya.

Kedua korban mengadukan kejadian itu, kepada orang tuanya agar didampingi untuk membuat laporan pengaduan ke Polsek Siantar Barat.

Tapi petugas kepolisian mengatakan, bahwa kejadian tersebut belum terjadi selama 1 x 24 jam, sehingga mereka hanya membuat laporan sementara, di Polsek Siantar Barat.

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Subagya, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut dan korban telah membuat laporan sementara, di Polsek Siantar Barat.

"Kalau kejadian itu memang benar dan korban juga telah datang ke sini (Polsek Siantar Barat), namun karena wilayah kejadian di bagian Siantar Utara, maka korban kami sarankan untuk membuat laporan pengaduan ke sana," terang Iptu Subagya.

Ditempat terpisah, ketika awak media ini mengkonfirmasi kepada Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu, mengatakan, bahwa hingga sekarang, dirinya belum menerima laporan dari korban.

"Memang infonya benar, kalau ada korban telah dibegal, tapi hingga sekarang laporannya belum ada," akhirnya melalui ponsel.

Penulis: res. Editor: gun.