HETANEWS

Jumlah Penghuni Hotel di Brastagi Naik Signifikan

Karo, hetanews.com - Tingkat hunian hotel berbintang di kawasan wisata Berastagi, Karo dan Parapat, Simalungun pada libur Imlek 2020 naik signifikan atau rata - rata 90 persen.

General Manager Hotel International Sibayak, Berastagi, Karo, Dedi Nelson di Karo, Minggu (26/1/2020), mengatakan, pesanan kamar hotel yang terus meningkat sudah terjadi sejak pekan lalu.

"Pesanan semakin meningkat sejak Jumat, 24 Januari hingga Minggu.Rata - rata tingkat hunian hotel di Berastagi capai 90 persen," ujarnya.

Menurut Dedy Nelson, tingginya tingkat hunian hotel di Imlek merupakan hal biasa seperti halnya Idul Fitri dan Natal - Tahun Baru.

Untuk itu, katanya, pemerintah diharapkan bisa terus meningkatkan infrastruktur khususnya jalan.

"Kalau libur khususnya hari besar keagamaan seperti Imlek , yang selalu dikeluhkan wisatawan adalah soal kemacatan lalu lintas," ujarnya.
.
Waktu tempuh Medan - Berastagi maupun Berastagi - Medan bisa mencapai sekitar 4 jam daribiasanya hanya dua jam.

"Waktu tempuh bahkan bisa semakin lama kalau ada kecelakaan lalu lintas atau bencana alam seperti longsor," ujar Dedi.

Dedi juga berharap agar Dinas Pariwisata Karo memperbanyak pertunjukan kesenian di Taman Mejuah- juah agar wisatawan bisa menikmati kesenian daerah.Dengan banyak yang dilihat, diharapkan lama tinggal wisatawan bisa lebih lama.

"Saat ini, rata - rata lama tinggal wisatawan di Berastagi hanya dua malam," ujarnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana menyebutkan, hunian yang tinggi juga terjadi di Parapat.

"Hanya hunian hotel di Medan yang tidak mengalami lonjakan," katanya.

Hunian hotel di Medan biasanya melonjak drastis saat Cheng Beng, ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur.

Denny menjelaskan, saat Cheng Beng, biasanya warga Tionghoa asal Sumut yang berada di perantauan dalam dan luar negeri pulang sehingga hunian hotel bisa sampai 100 persen.

Baca juga: Geopark Danau Toba, Icon Wisata Samosir

sumber:antaranews

Editor: edo.