HETANEWS

Begini Aturan Memberikan Angpao Sesuai Tradisi Imlek!

Angpao tidak bisa diberikan sembarangan (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Hetanews.com - Angpao identik dengan amplop merah berisi sejumlah uang sebagai hadiah untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Warna merah dari angpao melambangkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kebudayaan Tionghoa.

Istilah angpao dalam kamus Bahasa Mandarin dapat diartikan sebagai “uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; sogokan”.

Namun, makna angpao bukan sekadar perayaan tahun baru imlek saja, namun angpao juga melambangkan kegembiraan dan semangat membawa nasib baik.

Tidak hanya saat imlek, angpao juga sering digunakan untuk memberikan hadiah pernikahan atau syukuran rumah baru.Menurut tradisi, pemberian angpao tidak boleh dilakukan sembarangan.

Ada beberapa aturan harus diikuti agar tetap membawa keberuntungan bagi yang menerimanya.Berikut aturan memberikan angpao sesuai tradisi:

1. Kata-kata pada amplop angpao

Setiap tulisan memiliki arti berbeda (Foto: Pexels/Pixabay)

Setiap angpao memiliki tulisan dengan arti berbeda, seperti kesehatan, kebahagiaan, ucapan selamat Tahun Baru Imlek, panjang umur, dan lainnya. Tulisan yang ada di angpao itu, diharapkan bisa menjadi doa baik bagi orang yang menerimanya. Jika salah memberi angpao bertuliskan tentang doa kesehatan sementara momennya Imlek tentu akan kurang cocok.

2. Penerima angpao

Diberikan untuk orang yang sudah menikah (Foto: Pixabay/LisaRedfern)

Angpao diberikan oleh orang yang sudah menikah dan yang berhak menerimanya adalah anak-anak, serta wajib juga memberikan angpao kepada orang tua apabila si anak sudah menikah. Mereka yang sudah dewasa dan sudah menikah boleh menerima angpao tapi hanya dari orang tuanya saja. Mereka yang sudah dewasa dan mapan namun belum menikah juga berhak untuk menerima angpao.

3. Uang angpao

Uang angpao jangan untuk belanja (Foto: Pexels/Pixabay)

Banyak orang mengatakan uang angpao tidak digunakan untuk belanja dan akan lebih baik apabila disimpan di kantong celana atau dompet. Menurut tradisi lama, uang yang diberikan adalah titipan dari Dewa Cai Shen (Dewa Uang). Maka baik ditabung atau dibelanjakan akan sama manfaatnya asal untung kebaikan.

4. Nominal uang angpao

Jumlah uang yang diberikan boleh berapa saja sesuai dengan ekonomi masing-masing keluarga. Namun menurut tradisi, uang yang diberikan tidak boleh mengandung angka 4, misalnya Rp 4.000 atau Rp 40.000 dan seterusnya.

Selain itu, angka yang diberikan juga harus genap karna menurut tradisi Tiongkok, ganjil merupakan angka harus dihindari saat memberikan angpao.Tidak sedikit juga orang tua yang berpesan untuk tidak melihat jumlah uangnya, namun lihat niat dan arti dari angpao yang diberikan tersebut.

Sumber: merahputih.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.