HETANEWS

Imlek 2020 Tahun Tikus, Ini Asal Usul Munculnya Shio di China

Sejumlah warga Tionghoa melakukan sembahyang di malam Imlek di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). Usai memanjatkan doa warga Tionghoa menyalakan lilin yang disusun di halaman vihara.(KOMPAS.com/M ZAENUDDIN)

Hetanews.com - hina dibagi menjadi siklus 12 tahun, sesuai dengan 12 shio yang ada, yaitu tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Tahun lalu merupakan tahun babi, hewan terakhir pada zodiak China.Sementara itu, kelompok yang masuk dalam shio tikus lahir mulai awal tahun 1936, 1948, 1972, 1984, 1996, dan 2008.

Dilansir dari independent, beberapa orang melihat hewan pengerat ini sebagai simbol kecerdasan dan kelicikan, seperti dalam kisah populer yang diceritakan sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru China. Mereka yang lahir di Tahun Tikus dikenal mudah beradaptasi, taat, dan keras kepala.

Ada sejak 475-221 SM

Asal usul sistem astrologi China atau yang dikenal juga dengan shio, berawal pada periode sekitar 475-221 SM. Beberapa cendikiawan percaya, karakter hewan dalam 12 shio itu dibawa ke China lewat jalur Sutra sekitar waktu yang sama dengan berkembangnya agama Buddha. Karakter binatang merupakan subjek dari beberapa versi legenda zodiak China.

Menurut mitos tersebut, Kaisar Giok di hari ulang tahunnya menyelenggarakan lomba untuk sekelompok hewan yang hasilnya menentukan urutan zodiak China.

Cara unik hewan-hewan menyeberang sungai mencerminkan karakter masing-masing dan dikatakan mempengaruhi sifat kepribadian siapapun yang lahir di bawah tanda mereka.Sebagai contoh, tikus yang cerdik dan licik datang pertama kali ke perlombaan setelah menunggang sapi.

Ular yang licik menyelesaikan balapan di depan kuda yang gelisah karena telah meringkung di sepanjang kuku kuda tersebut, dan menakuti kuda hingga ragu-ragu sebelum mencapai garis finish.

Naga mulia yang bisa dengan mudah memenangkan perlombangaan dengan kekuatan terbang, selesai di tengah kelompok karena membantu orang lain menyeberangi sungai dengan aman. Sedangkan karena kemalasannya, babi tiba di tempat terakhir.

Kucing kemana?

Berbagai cerita juga menampilkan kucing yang gagal menyeberang sungai pada waktunya sehingga ditinggalkan di zodiak. Satu legenda mengatakan, kucing tersebut merencanakan dengan sahabatnya, tikus, untuk menyeberangi sungai di atas lembu.

Namun, saat tikus melompat dari lembu untuk mendarat di garis finish terlebih dahulu, kucing justru jatuh ke sungai. Versi lain menyebutkan, tikus berbohong kepada kucing tentang tanggal perlombaan, sehingga kucing tiba satu hari lebih lambat dari binatang lain. Kisah-kisah ini konon menjelaskan kebencian kucing akan air dan mengapa memburu tikus sampai hari ini.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.