HETANEWS

Biar Dipulangkan, Asisten Rumah Tangga Ini Menyiksa Anak Majikan

Asisten rumah tangga di Singapura menyiksa anak majikan pada 15 Januari 2020 demi bisa dipulangkan ke negara asalnya, Myanmar.

Singapura, hetanews.com - Seorang ibu Singapura mengira asisten rumah tangganya hanya ceroboh ketika bayi perempuannya mengalami luka bakar tingkat dua. Namun kebenaran yang terungkap sangat kejam. 

Dalam sebuah unggahan Facebook yang viral, Amy Low, 40 tahun, menceritakan pembantunya membakar tangan bayinya dengan sengaja agar bisa dipulangkan ke negara asalnya Myanmar. Low mengunggah pengalaman pahit ini untuk menjadi peringatan orang tua lain agar tetap mengawasi asisten rumah tangga mereka. Low sudah melaporkan masalah ini kepada pihak berwajib. 

Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) mengatakan mereka sudah mengetahui unggahan Facebook Low dan sedang menyelidiki agen penyalur tenaga kerja. Agen tersebut kemungkinan menghadapi tuduhan pelanggaran UU Agen Tenaga Kerja. 

Kejadian tak menyenangkan ini terjadi pada 14 Januari 2020 saat Low dan suaminya pergi bekerja dan meninggalkan dua putri mereka, yang berusia delapan tahun dan 16 bulan, dalam perawatan asisten rumah tangga.

Pada jam 17.20, suami Low menerima telepon dari anak mereka yang berumur delapan tahun yang mengatakan bahwa adik perempuannya menderita luka bakar. Low dan suaminya membawa anak mereka yang 16 bulan itu ke rumah sakit. Dokter memberi tahu Low bahwa putrinya menderita luka bakar tingkat dua dan dokter tampaknya "ragu" tentang penyebab luka-luka itu. 

"Sejak pembantu itu mulai bekerja, kami memberitahunya bahwa prioritasnya adalah selalu merawat anak kami dan kami juga melarangnya untuk membawanya ke dapur. Kami selalu bisa membeli makan malam dan tidak perlu baginya untuk memasak," tulis Low.  

Namun demikian, dia percaya bahwa anaknya yang masih balita itu mungkin sudah menyentuh panci panas sebelum asisten rumah tangganya menghentikannya. Akan tetapi kebenaran mulai terurai keesokan paginya ketika asisten rumah tangga itu mengemasi semua barang miliknya dan bersikeras untuk kembali ke agen pengerah tenaga kerjanya. 

"Saya terus meyakinkannya bahwa kami tidak pernah menyalahkannya, karena itu hanya kecelakaan, dia masih bisa tetap bekerja dan bekerja untuk kami. Tapi dia sangat ngotot, maka saya menelepon agensi," kata Low. 

Agensi setuju untuk mengambil kembali asisten rumah tangga itu dan mengembalikan uang Low saat merekrut asisten rumah tangga itu dari agen pengerah tenaga kerja. Uang itu dikenal sebagai biaya penempatan dan biaya pra-kerja yang biasanya ditalangi dulu oleh agen pengerah tenaga kerja.  Biaya itu kemudian dipotong dari gaji asisten rumah tangga di beberapa bulan pertama mereka bekerja. 

Merasa ada yang aneh, Low memeriksa rekaman dari kamera CCTV di dapurnya. Dia melihat pembantunya mencelupkan tangan kiri putrinya berulang kali ke dalam panci mendidih, dan mengabaikan tangis kesakitan putrinya. 

Low lalu mempertanyakan tindakan yang dilakukan asisten rumah tangganya itu. Dia pun menemukan bahwa teman-teman asisten rumah tangga dan agen pengerah tenaga kerja telah mengajarinya untuk menyakiti anak itu agar dia bisa dipulangkan ke Myanmar. 

Asisten rumah tangga itu berusia 30 tahun dan bekerja pada keluarga Low sejak 7 Desember 2019. Low yang kaget melihat kelakuan asisten rumah tangganya menelepon polisi yang menangkap asisten rumah tangga itu di flat Buangkok Link pada 15 Januari 2020. Akan tetapi, mimpi buruknya tidak berakhir di sana. 

Setelah agen tenaga kerja mengetahui bahwa Low telah membuat laporan ke polisi, mereka mulai melecehkannya dan menuduhnya sebagai majikan yang buruk. Hal ini telah membuat Low ketakutan kalau agen pengerah tenaga kerja itu akan melukai keluarganya. 

Polisi sedang menyelidiki asisten rumah tangga Low yang menyebabkan cedera dengan cara berbahaya itu. Namun, Low mengatakan polisi belum mengambil tindakan lebih lanjut terhadap agen pengerah tenaga kerja yang telah melecehkannya.

Sumber: tempo.co 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.