HETANEWS

Terendus Pungli Modus Uang Arisan di Puskesmas

Suasana di perkantoran Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Kamis 23 Januari 2020.

Siantar, hetanews.com - Terendus dugaan pungli [pungutan liar] di seluruh Puskesmas dengan modus uang arisan. Kejadian itu membuat Inspektorat memeriksa sejumlah pegawai Puskesmas, Kamis (23/1/2020).

Informasi dihimpun, pungli dikutip dari Biaya Operasional Kesehatan [BOK] tiap pegawai Puskesmas di Pematangsiantar.

BOK diperuntukkan membayar biaya perjalanan dinas pegawai misalnya; turun ke Posyandu pengadaan penyuluhan dan pemeriksaan di lapangan.

"Contohnya [BOK] Rp 75 ribu sekali perjalan dinas. Kalau satu TW itu  sekitar 10 kali perjalan dinas. Berarti Rp 750 Ribu. Jadi disetor lah per 1 TW Rp 500 ribu," beber seorang sumber terpercaya, Kamis (23/1/2020).

"Ini, diminta sama pengelola BOK sama Kapus [Kepala Puskesmas]. Tapi pengadaan [uang]  itu untuk kemana gak tau," ungkapnya.

Dijelaskannya, BOK memang disetorkan ke rekening masing masing pegawai. Hanya saja pegawai dipungli dengan modus uang arisan.

"BOK [Biaya Operasional Kesehatan] kan ke rekening. Kalau ngasih ya tunai, dibilang lah untuk uang arisan. Biar gak ada orang yang dengar itu potongan dari BOK," paparnya.

Kasus ini disebut sudah sering terjadi sejak 2016. Terakhir Anggaran 2019 Bulan Desember.

"Pegawai sempat dipanggil, mengklarifikasi. Jadi,dipanggil  satu satu untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya sama orang Inspektorat,karena belum ada bukti,"

"Korbannya semua [pegawai] Puskesmas lah. Sudah dipanggil Inspektorat di kantor Dinas Kesehatan. Hari ini juga ada," katanya menambahkan.

Kadis Kesehatan Pematangsiantar, dr Ronald Saragih, ditemui Kamis Siang pukul 11.00 WIB terlihat buru-buru masuk ke mobil dinasnya yang terparkir di pintu masuk kantor. 

Dikonfrimasi mengenai dugaan pungli, Ronald mengaku tidak tahu. "Gak tau aku [Pungli]. Tanya ke Inspektorat," ucapnya, seraya menutup kaca mobil lalu pergi.

Pantauan di lokasi, ada beberapa pegawai terlihat berkumpul dan berbincang bincang  di lantai dua perkantoran Dinas Kesehatan. 

Beberapa pegawai lain terlihat berada di dalam ruangan berbincang dengan seorang pria yang terlihat sibuk mengetik dihadapan laptop. 

Terpisah, Plt Inspektorat, Junaidi Sitanggang dihubungi Rabu Sore membenarkan adanya pemeriksaan. "Benar ada pemeriksaan. Kita masih observasi dulu," terangnya.

Penulis: gee. Editor: edo.