HETANEWS

Mau Digugat Cerai Sang Istri, Alasan Sang Pengacara Pilih Gantung Diri?

Foto korban Zulkifli Nasution SH, semasa hidupnya.

Siantar, hetanews.com –  Korban Zulkifli Nasution SH (36), warga Jalan Silimakuta No 28 A, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, yang nekat  mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, pada Selasa (21/1/2020) sore lalu, ternyata karena kecewa mau diceraikan istri.

Hal tersebut diungkapkan rekan dekat korban, pada Rabu (22/1/2020), di kediaman korban. Bahkan sebelumnya, korban juga pernah curhat kepada rekannya, bahwa istrinya minta diceraikan.

 "Empat hari lalu, usai shalat subuh, mendiang pernah cerita ke saya sedang dalam banyak masalah. Itu pun berani saya tanyakan, karena mendiang saya lihat, dia sering termenung dan melamun. Berhubung saya juga sudah kenal lama. Mendiang mengatakan mau digugat cerai sama istrinya, bernama Farah Ulia Tanjung (34), hanya kata-kata itu saja ku ingat. Karena mau saya tanya lagi, kasihan,"ujar TJ, sembari namanya minta dimasamarkan, dengan alasan tidak enak pada pihak keluarga korban yang lainnya.

Ia juga menuturkan, Almarhum Zulkifli Nasution selama ini dikenal baik, dan sering sedekah serta mau bandari warga minum kopi, di warung depan Puskemas.

Bahkan, korban yang dikenal sebagai pengacara itu, hampir sering shalat subuh belakangan waktu, di Masjid Taqwa As Soleh, di Jalan Silimakuta ini.

Guna memastikan kebenaran persoalan perceraian tersebut,  istri almarhum, Farah Ulia Tanjung, enggan berkomentar bahkan. Bahkan istri menolak diwawancarai. "Tolong jangan diliput lah,"ucapnya marah.

Baca juga: Kerabat Silih Berganti Melayat Jenazah Zulkifli

Rencanaya, jenazah alhmarhum akan disemayamkan di TPU, jalan Pane Siantar, sehabis shalat dzuhur. "Masih banyak didatangi pelayat bang, keluarganya dari Medan, juga pada baru datang. Ramai juga yang datang karena almarhum banyak relasi. Nanti siap shalat dzuhur lah mau dikuburkan di TPU jalan Pane, ujar salah seorang warga.

Almarhum meninggalkan dua anak perempuannya yang masih kecil. Anak pertama, duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan satunya lagi masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Penulis: tim. Editor: gun.