HETANEWS

Mabes Polri Punya Rekaman CCTV saat Ananda Badudu Diperiksa Polisi

Karopemnas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono.

Jakarta, hetanews.com - Ananda Badudu, aktivis yang juga eks jurnalis TEMPO mengaku pernah mengalami penyiksaan seperti yang dialami oleh Dede Lutfi Alfiandi, terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi di gedung DPR/MRP. Ananda menceritakan pengalamannya tersebut lewat media sosial twitter.

Merespons hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono membantah hal tersebut. Kepolisian telah melihat video atau rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa di Polda Metro Jaya.

“Video (rekaman CCTV) kan sudah ada,” kata Argo di Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Ananda Badudu
Musisi sekaligus aktivis Ananda Badudu memberikan keterangan pers di Gedung Tempo, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Argo enggan mengomentari lebih dalam mengenai hal tersebut.

Polda Metro Jaya memang telah mensomasi Ananda Badudu. Selain itu, kepolisian juga menayangkan rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa Polda Metro Jaya. Dalam rekaman tersebut, tidak ada insiden seperti pengakuan Ananda.

Untuk diketahui, Ananda Badudu diperiksa sebagai saksi terkait penggalangan dana untuk aksi mahasiswa di DPR. Eks penggawa Banda Neira itu ditangkap pada Jumat (27/9) dini hari di indekosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Ananda Badudu (NOT COVER)
Musisi sekaligus aktivis Ananda Badudu memberikan keterangan pers di Gedung Tempo, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Ananda Badudu memang ambil bagian dalam aksi mahasiswa menolak revisi UU KPK dan RUU kontroversial lainnya di DPR dengan cara menginisiasi penggalangan dana melalui kampanye di Kitabisa dengan tajuk 'Dukung Aksi Mahasiswa di Gedung DPR 23-24 Sept'.

Ananda Badudu mulai menggalang dana sejak Minggu (22/9), yang diperuntukkan guna membeli makanan, minuman, dan menyewa mobil komando yang dipakai mahasiswa untuk berdemo. Dana yang dikumpulkan Ananda Badudu mencapai Rp 175 juta, melebihi dari target Rp 50 juta. Ananda rutin melaporkan peruntukan donasi itu sebagai bentuk transparansi.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.