HETANEWS.COM

Empat Pelaku Pembobol Moly Ponsel "Dilepas", Ini Alasan Kapolsek Siantar Martoba

Ke empat pelaku pembobol Moly Ponsel ketika berada di Polsek Siantar Martoba. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Ingat empat pelaku pembobol ruko Moly Ponsel yang berada di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari? Kini ke empat pelaku telah lepas dari sel tahanan Polsek Siantar Martoba.

Keempat pelaku, diketahui bernama Rinaldi Hamonangan Malau (21), warga Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, dan JS (16), warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, JPS (16) dan AS (15), keduanya warga Komplek Perumahan BTN, Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Kapolsek Siantar Martoba, AKP Resbon Gultom, ketika dikonfirmasi tidak ditahannya ke empat pelaku pencurian yang diringkus di sebuah warung internet (Warnet) One Net, Jalan Kartini, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat tersebut, mengatakan, bahwa ke empat pelaku masih di bawah umur dan juga telah melakukan perdamaian.

"Kita tidak bisa melakukan penahanan terhadap 4 orang pelaku yang terlibat aksi pencurian karena dikategorikan sebagai peradilan anak dan itu sudah tercantum dalam Undang-Undang Peradilan anak," ucapnya sembari mengatakan, kalau mereka bukan dilepas, melainkan tidak dilakukan penahanan, Rabu (22/1/2020).

Walaupun tidak dilakukan penahanan, namun kasus pencurian yang dilakukan ke empat pelaku tetap dilanjutkan sampai meja persidangan, walaupun korban telah berdamai, katanya.

"Perdamaian yang dilakukan oleh korban dan para pelaku hanya untuk memperingan hukuman saja. Memang ada satu orang yang sudah dewasa, tapi semuanya harus tidak ditahan, biar tidak timpang," akhir Resbon Gultom.

Dalam pemberitaan sebelumnya, rumah toko (Ruko) Moly Ponsel milik korban Michael David Nainggolan, dibobol para pelaku, pada Kamis (2/1/2020), dengan cara mencongkel pintu ruko.

Korban pun kehilangan 37 bungkus berbagai macam jenis merk rokok, aksesoris ponsel, 2 unit HP merk Nokia dan Cherry, dan berbagai jenis paket internet dengan total kerugian senilai Rp 15 juta.

Penulis: res. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!