HETANEWS

Hak Angket Bisa Berdampak Kepada Pemakzulan, Mungkinkah?

Ilustrasi.(Foto/Net)

Siantar, hetanews.com - DPRD Siantar, hari ini, Rabu (22/01/2020) menyetujui adanya hak angket terhadap Walikota, dan ternyata Hak Angket ini dapat berdampak kepada Pemakzulan Walikota, mungkin kah hal itu terjadi?.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD Siantar Mangatas Silalahi, dia menyebutkan bisa menyebabkan pemakzulan walikota.

"Hak angket itu bisa Impeach (Pemakzulan), kan sudah kita taro undang-undang (UU) yang dilanggar, nah kita mau konfrontirlah itu ke walikota,"sebutnya.

Dia menyebutkan bahwa apapun hasil dari Panitia Hak Angket tersebut terbuka dan dapat berdampak sekalipun ke pemakzulan Walikota.

"Kan semuanya serba terbuka, kan ini penyeledikan, jadi kalau akibat dari penyeledikan itu bisa sampai ke sana (Pemakzulan) kan tidak melanggar peraturan,"ucapnya.

Dikatakan bahwa sebelumnya bahwa DPRD Siantar sudah pernah melakukan Hak Angket, namun hasilnya tidak ada, Mangatas menjelaskan jika Hak Angket sebelumnya tidak dapat diputuskan karena dalam rapat Paripurna tidak qourumnya rapat.

"Kan kemarin ada orang bilang DPRD sepertinya main mata, karena dulu dah pernah angket soal penistaan, Panitia angket dulu selesai bekerja dan harus ada kesimpulan atau keputusan, tetapi tidak bisa disahkan di Paripurna karena tidak pernah quorum,"jelasnya.

Mangatas menyebutkan Hak Angket kali ini hampir sama dengan Hak Angket sebelumnya, namun yang membedakannya kata Mangatas adalah jumlah Anggota DPRD yang mengajukan Hak Angket.

"Jadi sama dengan ini, tetapi ini luar biasanya 24 yang mengusul, kalau kemarin kan 5 orang,"katanya.

Mangatas menyebutkan apapun hasil dari Hak Angket nantinya adalah untuk kepentingan masyarakat Siantar.

"Kita berharap engga sampai jauh kesana (Pemakzulan) tetapi kalau sampai kesana yang jelaskan tidak melanggar UU,Kalaupun itu (Pemakzulan) kita lakukan demi Siantarnya itu, kalau mau jujur yah,"paparnya.

Terpisah Wakil Ketua DPRD lainnya Ronal Tampubolon menyebutkan hal senada, namun dia tetap menyerahkan hal tersebut kepada Tim Pansus Hak Angket.

"Memang kesana dia dampaknya, tetapi kita lihat dulu bagaimana hasil rapatnya nanti, kita lihat dulu bagaimana kesimpulan dari rapatnya, kalau memang engga ada temuannya yah engga bisa, tetapi kalau semua kesalahannya fatal semua mengarah kesitu, dan nantinya kita ajukan suratnya ke Mendagri,melalui Gubernur,"ucapnya.

Masih Kata Ronal, sebelum menuju pembentukan Pansus, nantinya akan dilakukan Rapat Paripurna untuk meminta pendapat dari Fraksi-Fraksi di DPRD apakah menyetujui Hak Angket, setelah itulah baru dibentuk Pansus.

"Tadikan sudah diterima di Paripurna untuk ditindak lanjuti, nantikan pandangan Fraksi akan disampaikan, bagaimana apakah didukung atau tidak oleh Fraksi, jika sudah didukung maka diajukanlah kepada Paripurna untuk membentuk Pansus, selama waktu yang ditetapkan oleh Banmus, kurang lebih 1 Bulan, "jelasnya.

Kata Ronal setelah dibentuk Pansus maka Pansus akan melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak-pihak yang berkepentingan untuk dimintai keterangan, bahkan Walikotapun bisa dipanggil oleh Tim Pansus.

"Sesuai tata tertib kita tim Pansus berhak memanggil semua yang berkompeten yang dibutuhkan untuk diminta keterangan, karena itukan sifatnya penyelidikan, jadi mereka berhak meminta menyelidiki bahkan meminta keterangan dari siapapun bahkan Walikota,"paparnya.

Bahkan kata Ronal karena sifatnya penyelediakan maka Pansus bisa meminta pihak Kepolisian untuk memanggil paksa, pihak-pihak yang tidak mengindahkan pemanggilan dari Pansus, dan hal itu diatur dalam Tatib (Tata Tertib).

"Apa bila tidak mengindahkan kita bisa meminta bantuan aparat kepolisian sesuai dengan tatib dan peraturan perundang-undangan, jadi bisa dipanggil paksa,"ucapnya.

Dengan disetujuinya Hak Angket hari ini, maka masyarakat Siantar berharap apa yang sudah diajukan atau dialaskan oleh DPRD Siantar bisa dibuktikan oleh DPRD, sehingga tidak menimbulkan ketidak percayaan masyarakat terhadap Wakilnya tersebut. Sejauh ini masyarakat meragukan mungkinkah DPRD memakzulkan Walikota?.

Penulis: tom. Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.