HETANEWS

Pemilik Warung dan Pemain Jackpot Dituntut Sama 8 Bulan Penjara

Dua terdakwa terlibat judi jackpot disidang PN Siantar. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com -  Parningotan Siahaan (38), pemilik warung dan penyedia mesin judi jackpot, dituntut sama dengan Reza Pasima (30), warga Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, masing - masing diancam 8 bulan penjara, dipotong tahanan sementara yang telah dijalani. Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa, di PN Siantar, Rabu (22/1/2020).

Menurut jaksa Firdaus Raja Maholi, keduanya telah terbukti melanggar pasal 303 (1) ke-2 KUH Pidana tanpa hak atau melawan hukum melakukan permainan judi, di muka umum. Keduanya ditangkap personil Polresta Siantar yang telah mendapatkan informasi, pada Jumat, 27 September 2019, lalu.

Menurut informasi dari masyarakat, jika warung terdakwa Parningotan, sering dijadikan sebagai tempat permainan judi jackpot. Saat penggerebekan di warung, terdakwa Reza sedang bermain judi tersebut.

Petugas menyita mesin judi jackpot, koin dan uang hasil penjualan koin. Kepada petugas, Parningotan menjelaskan cara kerja mesin judi itu yang dilakukan dengan memasukkan koin dan menebak gambar.

Jika gambar yang ditekan sesuai dengan tebakan, maka akan mendapatkan hadiah koin berlipat ganda.

Koin dijual 1000 rupiah/koin dan permainan tersebut bersifat untung-untungan. Terdakwa Parningotan mengaku mendapatkan keuntungan dari menjual koin dan upah 20 persen dari omzet penjualan. Lalu hasilnya disetorkan kepada marga Saragih, selaku bandar atau pemilik mesin judi itu.

Atas tuntutan jaksa, keduanya memohon kepada majelis hakim, Danar Dono, Simon CP Sitorus dan Hendrik, agar hukumannya diringankan. Untuk pembacaan putusan, sidang ditunda, pada Rabu (29/1) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.