HETANEWS

Nekat Edarkan Sabu Saat Masa PB, Selina Dituntut 8 Tahun Penjara

Celina meninggalkan ruang sidang usai dituntut 8 tahun penjara. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Celina Rizky als Selin (21), warga jalan Medan Simpang Mesjid, Kecamatan Siantar Martoba, kembali dituntut 8 tahun penjara, denda Rp1 Milyar, subsider 6 bulan penjara. Tuntutan jaksa Firdaus Maha, dibacakan jaksa Christianto Situmorang SH, di PN Siantar, Rabu (22/1/2020).

Menurut jaksa, hal yang memberatkan terdakwa karena merupakan residivis dalam kasus yang sama yaitu narkotika. Dan terdakwa ditangkap saat menjalani pembebasan bersyarat (PB). Sebelumnya, wanita ini divonis selama 2 tahun penjara, pada 19 September 2018, lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Seyogianya, wanita ini bebas pada Januari 2020. Tapi Selin kembali ditangkap, pada 28 Agustus 2019, yang artinya saat ditangkap masih dalam pembebasan bersyarat (PB). Belum selesai hukuman, ternyata wanita ini tidak jera dan doyan narkoba.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan. Menurut jaksa,  Selin ditangkap di rumahnya, di  jalan Medan KM. 4,5 Simpang Mesjid, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Tak tanggung-tanggung, wanita ini bukan hanya pengguna, tapi pengedar 2,12 gram sabu (netto). Dibuktikan dengan belanja sabu seharga Rp5 juta dan juga barang bukti timbangan digital.

Terdakwa ditangkap saksi Dimas Abimanyu, Syamuel Simorangkir dan Saksi Sindi S. Simanjuntak, berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari hasil penggeledahan di rumah terdakwa, ditemukan 1 dompet berwarna cream yang didalamnya berisi 1 kotak ccotton bud yang berisi gulungan tisu berisi 3  paket narkotika jenis sabu dan 3  buah plastik klip bekas pembungkus sabu.

Dari dalam lemari, dilipatan kain, ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu, 1 pipa kaca, 1  kompeng karet, dan bong. Juga dompet berwarna biru yang berisi 6 mancis, 2  buah jarum suntik, 5 buah pipa kaca, 4 buah kompeng karet dan 12 pipet, 1  dompet warna belang-belang yang berisi 1mancis, 1 jarum suntik, 1  timbangan digital dan 1 bungkus plastik klip sabu.

Kepada petugas, Selin mengakui, jika 4 paket sabu adalah miliknya yang dibeli dari Nirwansyah Hutagalung (DPO), pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 lalu, sekira pukul 17.00 WIB, di terminal Kota Sibolga, dengan harga Rp.5.000.000 dan akan dijual kembali.

Didampingi pengacara FD Rangkuty dari Posbakum PN Siantar, terdakwa akan mengajukan nota pembelaan. Untuk itu, majelis hakim, pimpinan Danar Dono SH, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.

"Untuk pledoi (nota pembelaan) sidang ditunda seminggu, “katanya didampingi dua hakim anggota, Simon CP Sitorus SH dan Hendrik SH.

Penulis: ay. Editor: gun.