HETANEWS

Rapat Paripurna Usulan Hak Angket DPRD Molor

Rapat Paripurna Agenda usulan anggota DPRD Pematangsiantar tentang Hak Angket DPRD, Rabu 22 Januari 2020.

Siantar, hetanews.com - Rapat Paripurna DPRD Pematangsiantar dalam agenda penyampaian penjelasan anggota DPRD tentang pengusulan Hak Angket molor lebih 1 jam. 

Rapat yang digelar di ruang Harungguon Bolon DPRD Pematangsiantar, Rabu (23/1/2020) semula dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Meski demikian rapat akhirnya dimulai pukul 11.05 WIB siang.

Sebelum dimulai, rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Timbul Lingga, dan Wakil Ketua Mangatas Silalahi dan Ronal Tampubolon, sempat mempertanyakan kesiapan para anggota DPRD.

Baca juga: DPRD Akan Gelar Rapat Paripurna Hak Angket

Dari 30 orang jumlah anggota DPRD Pematangsiantar, sebanyak 26 orang anggota DPRD yang hadir dalam rapat paripurna ini. Sementara 4 anggota DPRD tidak hadir.

Rapat pun dimulai dengan diawali laporan jumlah surat masuk ke DPRD oleh PLt Sekwan Wanden Siboro.

Setelah penyampaian tersebut, rapat bergulir pada agenda usulan Anggota DPRD tentang Hak Angket. Penyampaian usulan ini disepakati floor diwakilkan oleh Daud Simanjuntak. 

Dari penyampaian yang disampaikan Daud, disebutkan bahwa pengusulan hak angket tersebut disampaikan oleh 24 orang anggota DPRD Pematangsiantar. 

Diantaranya ada 8 poin yang diusulkan anggota DPRD terkait hak angket. Penyampaian itu telah disetujui 26 anggota DPRD.

Setelah penyampaian usulan hak angket, pimpinan rapat memberi kesempatan kepada floor untuk memberi tambahan usulan hak angket.

Anggota Fraksi PDIP, Ferry Sinamo, Suandi Apohman Saragih bersama Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Tongam Pangaribuan serta Anggota DPRD Dedi Putera Manihuruk, memberi tambahan dari beberapa poin usulan hak angket yang disampaikan.

Setelah pengusulan hak angket DPRD, Daud Simanjuntak kemudian menyerahkan hasil usulan ke ke pimpinan DPRD.

Ketua DPRD, Timbul Lingga, membantah jika molornya rapat ada indikasi 'tarik- menarik' diantara fraksi DPRD. "Tidak ada tarik menarik, yang ada saling mengulur," ujar Timbul.

Dia mengatakan molornya penjadwalan rapat dikarenakan belum adanya persiapan anggota DPRD dalam menyusun usulan hak angket.

"Orang ini kan kurang paham kali. Masa ada tarik menarik [Rapat Molor]. Ulur mengulurnya," bantah Ketua DPRD yang tidak ikut dalam pengusulan hak angket ini.

Baca juga: Hak Angket Lama ‘Gugur’, DPRD Buat Angket Baru

Penulis: gee. Editor: edo.