HETANEWS

Tak Tega Lihat Anak Diserang, Ayah Turun ke Lapangan Gulat

Barry Lee Jones menekuk lawan gulat putranya pada 18 Januari 2020.

Amerika serikat, hetanews.com - Seorang ayah di Amerika Serikat, Barry Lee Jones, ditahan setelah tak tega melihat putranya diserang membabi-buta oleh lawan gulat-nya di sebuah acara pertandingan olahraga gulat SMA. Dalam sebuah rekaman video terlihat, Jones berlari ke tengah lapangan untuk menjatuhkan lawan putranya, 17 tahun, ke matras di pertandingan gulat itu.      

Situs mirror.co.uk mewartakan insiden ini terjadi dalam sebuah pertandingan gulat yang diselenggarakan di A.L. Brown High di Kannapolis, North Carolina pada Sabtu, 18 Januari 2020. Saksi mata mengatakan Jones bahkan harus ditenangkan oleh orang – orang dewasa dalam sebuah ruangan setelah kejadian itu terjadi. 

Putra Barry Lee Jones sedang dibanting oleh lawan gulatnya dalam sebuah pertandingan pada 18 Januari 2020.

Jones pada akhirnya ditahan oleh aparat kepolisian dari Kannapolis yang menuntutnya telah melakukan penyerangan. Menurut aparat kepolisian, Jones menjadi sangat marah ketika dia melihat putranya dibanting ke lantai selama pertandingan gulat itu. Sedangkan Asosiasi Olahraga Atletik SMA di North Carolina mengatakan seseorang wasit memberikan tanda lewat tangannya akan menghukum remaja itu karana melakukan sikap ilegal ketika Jones berusaha menahannya di matras. 

Putra laki-laki Jones, 17 tahun, tidak mengalami luka akibat pertandingan gulat ini, termasuk setelah pertandingan. Identitas putra Jones tidak dipublikasi, namun diketahui dia sekolah di SMA Hickory Ridge. 

Jonas yang tinggal di Harrisburg, North Carolina, didakwa telah melakukan penyerangan dan kekacauan. Dia bebas dari tahanan Cabarrus dengan uang jaminan sebesar seribu dollar. 

Juru bicara Sekolah Cabarrus mengatakan pihaknya berharap adanya kesopanan dan sportifitas selama pertandingan olahraga dan kegiatan ekstrakulikuler berlangsung. Hal sama juga diharapkan pada penonton. Pihak sekolah belum bisa memaafkan Jones.

Sumber: tempo.co 

Editor: suci.