HETANEWS

Upaya Hapus Jejak Eksekutor Pembunuh Hakim Jamaluddin

Rekonstruksi Kedua: Dari kiri, Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi dalam rekonstruksi pembunuhan Jamaluddin di Medan kemarin. (Triadi wibowo/Sumut Pos)

Jakarta, hetanews.com - Wajah eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi tertunduk dan pasrah memperagakan enam adegan saat mereka menghapus jejak pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin.

Rentetan adegan rekonstruksi pembunuhan suami Zuraida Hanum itu telah tamat. Jefri dan Reza dibayar Zuraida selaku otak pembunuhan untuk menghabisi nyawa Jamaluddin karena sakit hati telah diselingkuhi. Zuraida bahkan menjanjikan eksekutor duit Rp 100 juta dan umrah.

 Awalnya, Zuraida memberikan duit operasional Rp 2 juta untuk Jefri dan Reza. Duit ini juga dibelikan handphone untuk kode komunikasi eksekusi hakim Jamaluddin.

Zuraida dan eksekutor membunuh Jamaluddin dengn cara membekapnya dengan bed cover saat tidur bersama anaknya. Rekonstruksi pertama dan kedua telah selesai digelar.

Kali ini pada Selasa 21 Januari 2020, giliran rekonstruksi ketiga yang akan diikuti oleh tersangka Jefri dan Reza. Keduanya memperagakan adegan rekonstruksi di empat lokasi.

"Ada tiga lokasi rencana rekonstruksi hari ini. Di jembatan dekat pembuangan mayat, di Tuntungan dan di rumah tersangka Reza," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan ada enam adegan yang akan di reka ulang yakni proses pembuangan HP, sarung tangan, dan masker. Termasuk, di tempat membeli sandal dan tempat pembakaran pakaian.

Kini, polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk proses tahap pertama terkait berkas perkara pembunuhan hakim Jamaluddin.

Berikut upaya hapus jejak eksekutor pembunuh hakim Jamaluddin:

Buang Sarung Tangan

Rekonstruksi ketiga kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin digelar di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumut. Dalam reka adegan, eksekutor membuang barang bukti sarung tangan.

Lokasi rekonstruksi ini tidak jauh dari tempat pembuangan jasad hakim Jamaluddin. Usai membuang jasad Jamaluddin, eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka kemudian membuang masker dan sarung tangan."Saya lepaskan sarung tangan.Lalu saya kasih ke Jefri. Kemudian langsung membuangnya," kata Reza saat rekonstruksi, Selasa (21/1/2020).

Setelah membuang masker dan sarung tangan, eksekutor hakim Jamaluddin langsung melanjutkan perjalanannya. Mereka menuju Pancur Batu untuk membuang handphone yang digunakan untuk berkomunikasi dengan tersangka Zuraida Hanum.

Buang HP dan SIM Card

Eksekutor pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin membeli dua handphone sebagai alat komunikasi. Setelah eksekusi dan membuang jasad Jamaluddin, handphone tersebut dibuang pelaku.

Dalam reka adegan, dua eksekutor yakni Jefri Pratama dan Reza Fahlevi mengendarai motor. Keduanya lantas berhenti di jembatan Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut.

Mereka membuka baterai handphone tersebut, lalu mengeluarkan SIM Card dan membuangnya ke sungai. "Buka baterai, bukaSIM card-nya. Lalu buang ke sungai," kata Jefri Pratama saat rekontruksi, Selasa (21/1/2020).

Kedua tersangka kemudian mengarah ke Kecamatan Medan Tuntungan. Mereka membeli dua pasang sandal jepit lalu pulang ke rumah Reza Pratama di kawasan Medan Selayang.

Beli Sandal

Rekonstruksi ketiga digelar di salah satu warung di Kecamatan Medan Tuntungan.
"Kemudian rekonstruksi tersangka membeli sandal di salah satu warung dan terakhirnya adalah di rumah tersangka Reza," ujar Maringan.

Bakar Baju

Rekonstruksi tahap keempat berakhir di rumah Reza Pratama di Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Sumut. Dalam reka adegan tersebut, para eksekutor tampak pasrah.

Rekonstruksi terakhir dilakukan di Jalan Anyelir. Kedua tersangka, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, dihadirkan. Tampak, wajah mereka pasrah saat rekonstruksi.

Mereka kebanyakan menunduk, lalu menjawab dengan singkat naskah berita acara pemeriksaan yang dibacakan polisi.Beberapa reka adegan dilakukan di rumah Reza. Mulai dari keduanya mengganti pakaian, sepatu, lalu membakarnya di belakang rumah.

Terakhir, mereka tidur di rumah tersebut."Saya bakar di belakang rumah," sebut Reza.Reza diperintahkan oleh Jefri untuk membakar barang tersebut, dari baju, celana, jaket, sepatu, hingga satu helm, menggunakan korek api.

Sumber: detik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.