HETANEWS

Tak Terima Divonis 5 Tahun Penjara, Ucil Pemilik Sabu Pilih Banding

Jaksa saat menghadirkan Ucil, sebagai terdakwa pemilik sabu, di PN Simalungun (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dedi Andika Siswanta als Ucil (28), warga Huta I Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, tak terima divonis 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Selasa  (21/1/2020).

Vonis hakim Roziyanti SH, Aries Ginting SH, dan Justiar Ronald SH tersebut, konform (sama) dengan tuntutan jaksa. Hanya denda subsider saja yang berbeda 3 bulan, lebih ringan dari tuntutan jaksa,  Juna Karo-Karo SH.         

Ucil terbukti memiliki narkotika jenis sabu, seberat 0,37 gram. Dan dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.      

Sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa ditangkap usai membeli sabu, pada Jumat, 19 Agustus 2019, lalu, saat berdiri di depan Pom Bensin, jalan Medan, Kelurahan Sinaksak. Sore itu, terdakwa menunggu Bima (DPO) yang sedang mengisi bahan bakar.      

Polisi dari Polsek Serbelawan, yaitu saksi Joko Priono, Ruskin dan Andy Siregar yang telah mendapatkan informasi, langsung menangkap terdakwa dari depan SPBU. Sedangkan Bima berhasil melarikan diri. Kepada petugas, terdakwa mengaku, jika sabu yang disita baru saja dibeli dari Ahmad (DPO), di Tanjung Pinggir Siantar, seharga Rp300 ribu.      

Rencananya, sabu itu akan digunakan bersama-sama, di Bahapal. Didampingi pengacara, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa menyatakan banding.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.