HETANEWS

Hefriansyah Sudah Ciptakan Sejarah Baru Di Siantar, Apakah DPRD Juga Mengikuti?

Siantar, hetanews.com - Bergulirnya rencana Hak Angket yang baru saja, Selasa (21/01/2020) dijadwalkan untuk melakukan Sidang Paripurna pengesahan untuk Hak Angket, dan jika hal tersebut dibahas, maka Hefriansyah sudah menciptakan sejarah baru di Siantar dalam kepemimpinannya, dimana dalam masa jabatannya sudah dua kali Hak Angket bergulir.

Baca juga: DPRD Akan Gelar Rapat Paripurna Hak Angket

Hal itu dikatakan oleh Azhari Nasution selaku Ketua PC Bamusi Siantar, dia menyebutkan jika Hak Angket ini bergulir, Hefriansya sudah menciptakan sejarah baru diperpolitikan Siantar, dimana selama dirinya menjabat, Hak Angket sudah dua kali bergulir di Siantar.

"Jika ini disahkan besok, Rabu (22/01/2020), Hefriansyah sudah menciptakan sejarah baru di Siantar dibidang perpolitikan, dimana dalam kepemimpinannya, dua kali dia sudah merasakan hak Angket."sebutnya.

Baca juga: Setelah 3 Kali Tidak Quorum Sidang Hak Angket Ditutup Dan Tidak Dulang Kembali

Kata Azhari jika selama ini belum ada Walikota Siantar yang mengalami dua kali hak angket seperti yang dialami oleh Hefriansyah.

"Kalau aku tak salah mungkin Marim dulu juga pernah mengalami, tapi entahlah itu jalur Hak Angket atau apa, yang pasti kalau sampai dua kali yah masih Hefriansyah di Siantar, mungkin juga di Indonesia,"katanya.

Masih kata Azhari hal ini juga bisa menjadi sejarah politik bagi DPRD Siantar jika pembahasan Hak Angket mengalami jalan buntu lagi, seperti yang terjadi dalam Hak Angket sebelumnya, dimana beberapa DPRD Siantar tidak hadir sehingga rapat Paripurna menjadi tidak qourum.

"Bisa saja ini juga menjadi sejarah bagi DPRD Siantar, jika Hak Angket itu kembali mendapatkan jalan buntu, jadi maukah DPRD Siantar mengikuti jejak Hefriansyah meciptakan sejarah?, itu kita kembalikan lagi sama wakil rakyat kita,"sebutnya.

Menurut Azhari pembuktian alasan pengajuan Hak Angket yang dilakukan oleh DPRD Siantar, dan jika DPRD tidak dapat membuktikan alasan pengajuan mereka, Azhari menganggap jika DPRD menelan ludahnya sendiri.

"Sama saja DPRD menjilat ludahnya sendiri kalau mereka tidak dapat membuktikan alasan mereka itu, bukan maksud yang lain-lain juga, hanya saja jika DPRD bermain-main dengan Hak Angket ini, maka DPRD telah membohongi masyarakat,"katanya.

Azhari menduga sampai dua kalinya Hak Angket bergulir ada hal yang kurang tepat dalam kepemimpinan Hefriansyah sebagai Walikota.

"Benar atau tidaknya berarti ada yang salah dalam kepemimpinanya, jadi Hefriansyah juga harus mengkoreksi diri, karena ini merupakan sebuah pengkoreksian diri bagi Hefriansyah,"sebutnya.

Baca juga: Hasil Panitia Hak Angket DPRD Siantar, Hefriansyah Dimakzulkan

Memang masih segar dalam ingatan masyarakat Hak Angket pertama dilakukan pasca demo berkelanjutan dari Suku Simalungun yang menuding Hefriansyah telah menista Suku Simalungun, dan hal ini sampai bergulir kepembentukan Pansus, namun diakhir hal itu tak berlanjut karena tidak qourumnya rapat Paripurna dalam kesimpulan hasil Pansus.

Baca juga: Pemakzulan Walikota Siantar, 10 Ribu Massa Akan Unjuk Rasa

Dan saat ini hal itu terulang karena DPRD Siantar merasa berbagai kebijakan Hefriansyah yang kerap menimbulkan masalah, ditambah lagi mangkaraknya pembangunan Tugu Sangnaualuh.

Penulis: tom. Editor: tom.